Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 25 February 2018

Bedah Buku ‘Boko Haram’, Peneliti CSCS: Rezim Tak Adil Lahirkan Kelompok Ekstrem


Bedah Buku ‘Boko Haram’, Peneliti CSCS Rezim Tak Adil Lahirkan Kelompok Ekstrem

islamindonesia.id – Bedah Buku ‘Boko Haram’, Peneliti CSCS: Rezim Tak Adil Lahirkan Kelompok Ekstrem

 

Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of an African Jihadist Movement” bahwa pendekatan yang keliru diterapkan pemerintah suatu negara pada warganya akan berakibat fatal.

“Pola pendekatan terhadap masyarakat, ketika misalnya kasus-kasus warga negara ditangkap oleh aparat, namun tak pernah jelas nasibnya bagaimana. Itu persoalan keadilan, bisa menjadi pangkal munculnya kelompok ekstrem,” kata Rosdiansyah seusai acara bedah buku di Ruang Darussalam Masjid Al-Falah Surabaya, Sabtu (24/2/2018).

Menurut pria yang memperoleh gelar Master of Arts (MA) di Institute of Social Studies (ISS), Den Haag Belanda ini, pendekatan yang digunakan pemerintah untuk menangani radikalisme akan sangat menentukan.

“Kalau pendekatan keliru, pendekatan kekerasan, pendekatan pura-pura, maka sudah bisa dipastikan muncul reaksi lebih keras, muncul rasa tidak percaya, itu saja. Pesan utama buku ini adalah tegakkan keadilan,” jelasnya.

Dalam buku terbitan Princeston University karya Alexander Thurston ini, disebut bahwa awal kemunculan Boko Haram dari sebuah pengajian biasa di tahun 2000an, yang dicetuskan oleh Muhamad Yusuf, pria kelahiran tahun 1970.

Munculnya gerakan ini dikarenakan rezim Negeria Utara yang dipimpin oleh Abdul Salami Abu Bakar terlalu membatasi gerakan Muhamad Yusuf menerapkan syariat Islam di Nigeria Utara. Akibatnya, Muhammad Yusuf dibantu oleh Abubakar Shekau pun melakukan perlawanan bersenjata menentang rezim.

Begitu masifnya persebaran ideologi salafi jihadis, pada tahun 2009 rezim yang merasa resah akan hal itu justru menangkap Muhamad Yusuf. Namun pendekatan yang keliru dari rezim trsebut malah membuat kematian Muhammad Yusuf menginspirasi banyak rakyat Nigeria melakukan perlawanan pada pemerintah dengan bergabung bersama Boko Haram.

“Ini suatu kesalahan dari polisi Nigeria. Muhamad Yusuf dieksekusi di depan warga. Itu menjadi catatan dan memunculkan reaksi warga yang semula bersimpati pada Muhammad Yusuf, kini bersama-sama mengangkat senjata bergabung dengan Boko Haram,” pungkasnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *