Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 19 August 2017

Beda Antara Layanan Haji Reguler dan Khusus


Beda Antara Layanan Haji Reguler dan Khusus

islamindonesia.id – Beda Antara Layanan Haji Reguler dan Khusus

 

Penerapan layanan jemaah haji di Indonesia bisa dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur reguler dan khusus atau yang dahulu dikenal dengan sebutan ONH Plus. Keduanya memiliki perbedaan pelayanan, namun tidak mengurangi kemabruran.

Pengawas Pelaksana Ibadah Haji Khusus (PIHK) Cecep Nursyami memaparkan, tidak banyak terdapat perbedaan di antara keduanya. Dari sisi daftar tunggu keberangkatan, ONH Plus sama saja seperti jemaah reguler. Alasannya, jemaah haji khusus tetap menggunakan kuota nasional.

“Hanya saja perbedaannya terletak di fasilitas pelayanan,” ujar Cecep.

Senada, Kepala Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) daerah kerja Makkah, Nasrullah Jasam mengatakan memang ada perbedaan spesifikasi pelayanan jemaah.

“Jika syarat itu tidak dipenuhi oleh biro agen travel haji umrah, maka termasuk pelanggaran,” ujarnya.

Pada prinsipnya, pelayanan jemaah reguler dilakukan oleh pemerintah, melalui Kementerian Agama. Sementara pelayanan jemaah haji khusus dilakukan oleh swasta namun tetap mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Berikut ini 3 di antara perbedaan layanan haji reguler dan khusus.

  1. Harga 

Harga layanan jemaah khusus jelas akan lebih tinggi. Berdasarkan pantauan, setidaknya jemaah harus merogoh dana bervariasi, sekira Rp 130 juta. Sementara jemaah reguler harus menyiapkan dana sekira Rp 35 juta.

  1. Jarak Hotel 

Area Hotel jemaah khusus dekat dengan Masjidil Haram sehingga bisa diakses dengan jalan kaki. Sementara hotel jemaah reguler ditentukan berdasarkan konvigurasi yang dilakukan oleh PPIH berdasarkan qur’ah yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Seluruh hotel jemaah Indonesia akan difasilitasi feeder bus bernama Bus Shalawat yang beroperasi 24 jam dengan gratis.

  1. Jumlah Okupansi Kamar 

Jemaah reguler tidak boleh lebih dari 5 orang, namun kenyataannya para operator hotel menempatkan jemaah tidak lebih dari 4 orang. Jemaah tidak punya kewenangan untuk mengusulkan nama-nama dalam satu kamar.  Sementara jemaah khusus maksimal 4 orang. Tetapi bisa memilih nama yang masuk dalam satu kamar.

“Secara umum beberapa fasilitas layanan jemaah reguler dan khusus ada yang sama, bahkan hotel ada yang lebih baik. Hanya jarak hotel jemaah khusus lebih dekat dengan Masjidil Haram,” ujarnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *