Satu Islam Untuk Semua

Monday, 07 July 2014

Beberapa Jenis Dosa dan Akibatnya


Enliven Publishing

Tahukan Anda begitu banyak macam dosa? Dan tahukah Anda bahwa tiap dosa itu akan membawa dampak yang berbeda bagi pelakunya?

Sebagian dosa ada yang merusak fitrah dan perikemanusiaan; sebagian lain mendatangkan bencana yang langsung; sebagian lain membalik kenikmatan jadi kesusahan dan sebagainya. Untuk lebih dalamnya, bacalah tulisan pendek berikut ini.

Dosa-dosa yang Meruntuhkan Penjagaan

Sejak lahir di bumi ini, Allah telah membalut manusia dengan penjagaan yang memelihara kemnusiaannya dari berbagai kesulitan, kepedihan, penderitaan, kegelisahan, korosi, kesesatan dan sebagainya. Penjagaan itu bersumber dari fitrahnya, suatu tame Ilahi yang membalut ruhnya. Namun demikian, kebiasaan berbuat dosa perlahan-lahan meruntuhkan penjagaan itu, sehingga manusia menjadi rentan terhadap segala rupa virus dan godaan. Termasuk menjadi lebih sering terdegradasi ke kelas binatang, bahkan lebih rendah lagi.

Nah, apa saja dosa yang dapat menyebabkan lumatnya penjagaan itu? Para kekasih Allah menyebutkan lima dosa yang bisa melumat penjagaan fitrah itu:

(1) menenggak minuman keras atau barang yang memabukkan;

(2) bermain judi;

(3) mencemooh atau memperolok-olok orang lain;

(4) menggunjingkan kejelekan atau cacat orang lain; dan terakhir

(5) bergaul dengan golongan orang yang ragu atau acuh tak acuh (terhadap urusan agama dan akhirat).

 

Dosa-dosa yang Memicu Kesusahan

Bagaimana dengan dosa-dosa yang menimbulkan kesusahan? Dalam beberapa hadis Nabi menyebutkan sejumlah dosa yang dapat segera menimbulkan petaka dan kesusahan pada seseorang:

(1) melanggar janji;

(2) mempertontonkan perbuatan nista;

(3) menyebarkan dusta;

(4) menjatuhkan putusan yang bertentangan dengan hukum Allah;

(5) menolak atau menghalang-halangi pembayaran zakat; dan terakhir

(6) curang dalam berdagang. Keenam dosa ini dapat memicu datangnya kesusahan yang segera, tidak menunggu kelak di akhirat. Bila ditambahkan dengan  

 

Dosa-dosa yang Membalikkan Karunia menjadi Siksa

Imam Ja’far Al-Shadiq menyebutkan enam dosa yang dapat mengubah anugerah dan nikmat menjadi  siksa:

(1) berlaku tidak adil;

(2) membungkam atau menentang orang berilmu (yang salih);

(3) tidak bersyukur pada Allah;

(4) menyekutukan Allah;

(5) mengumbar kemiskinan (demi mendapat belas kasih makhluk); dan

(6) melontarkan keluhan pada keputusan dan ketetapan Allah.

 

Dosa-dosa yang Menghalangi Terkabulnya Doa

Doa adalah jantung, sukma dan otak seluruh ibadah. Semua ibadah kita kepada Allah tak lain adalah sejuntai doa kita kepada-Nya. Sungguh sial nasib manusia yang doanya tidak terkabul. Nah, apa saja dosa yang dapat menghalangi doa kita?

Para kekasih Allah mendaftar lima dosa yang menghalangi terkabulnya doa:

(1) durhaka kepada orangtua;

(2) bersikap munafik kepada saudara (seiman);

(3) keyakinan yang lemah;

(4) pupus harapan pada terkabulnya doa; dan

(5) memperlambat waktu pelaksanaan shalat.

Ibrahim al-Adham adalah seorang sufi besar yang tinggal di Basrah, Irak. Dia adalah orang kaya raya yang kemudian memutuskan untuk mempersembahkan sisa hidupnya untuk beribadah kepada Allah. Suatu kali dia ditanya tentang sebab tidak dikabulkannya doa seseorang. Dia memberikan 10 jenis kemunafikan yang menghalangi terkabulnya doa:

(1) mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya;

(2) membaca al-Qur’an tapi tidak mengamalkannya;

(3) mengaku cinta Rasulullah tapi memusuhi Ahlulbaitnya;

(4) mengaku musuh setan tapi berbuat sama sepertinya;

(5) mengaku cinta surga tapi tidak beramal untuk bisa masuk ke dalamnya;

(6) mengaku takut neraka tapi menceburkan diri sendiri ke dalamnya;

(7) sibuk mencari-cari aib orang dan lupa pada banyaknya aib sendiri;

(8) mengaku zuhud pada dunia tapi begitu rakus menumpuk kekayaan duniawi;

(9) mengakui fakta kematian tapi tidak bersiap menyambutnya;

(10) sering mengebumikan orang tapi tidak mengambil pelajaran darinya.

 

Dan akhirnya, marilah kita sama-sama memanjatkan doa berikut dengan penuh kesungguhan:

Ya Allah! ampunilah dosa-dosaku yang menghancurkan penjagaan

dosa-dosaku yang menimbulkan petaka

dosa-dosaku yang mengganggu (kelanggengan) nikmat

dosa-dosaku yang mengalangi doa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *