Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 29 March 2018

Bank Wakaf Mikro Tawarkan Pinjaman dengan Bunga 3 Persen per Tahun


mobile-money-770x285

Islamindonesia.id– Bank Wakaf Mikro Tawarkan Pinjaman dengan Bunga 3 Persen per Tahun

 

 

 

 

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mulai menjalankan program Bank Wakaf Mikro (BWM) yang mensasar masyarakat kalangan bawah. Saat ini sudah ada 20 BWM yang terbentuk di Pulau Jawa untuk memberdayakan ekonomi umat.

OJK menargetkan, tahun ini bisa membentuk hingga 50 BWM di seluruh Indonesia. “Sampai 16 Maret kita sudah ada 20 BWM, berarti tambah sekitar 30 lagi dan itu terus bisa lebih banyak kalau donaturnya pun terus,” ujar Kepala Departemen Perbankan Syariah Ahmad Soekro dalam diskusi media Forum Merdeka Barat 9 bertajuk “Bank Wakaf Mikro untuk Masyarakat”, di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (27/03/2018).

Ia menambahkan, ke depannya OJK juga akan membentuk BWM di luar Pulau Jawa. Di antaranya di Pulau Sumatra serta Indonesia bagian Timur. “Ada kemungkinan juga kita bentuk BWM di luar pesantren, karena selama ini pilot project kami buka BWM di kawasan pesantren,” jelas Soekro.

“Rencananya di Sumatera ada nanti Bank Wakaf Mikro kemudian di Indonesia timur nanti ada juga,” kata Soekro lagi.

Penambahan jumlah Bank Wakaf Mikro tersebut, terang Soekro, perlu diiringi juga dengan meningkatnya jumlah donatur. Paling tidak dibutuhkan minimal Rp 4 miliar untuk mendirikan satu Bank Wakaf Mikro. Berarti perlu dana donasi sebanyak Rp120 miliar untuk mendirikan 30 Bank Wakaf Mikro baru.

Sebagai informasi, sampai Maret 2018, total donasi dari donatur telah mencapai Rp 80 miliar. Hanya saja yang sudah disalurkan baru sekitar Rp 3,1 miliar ke lebih dari 3.800-an nasabah. Setiap nasabah mendapatkan pinjaman minmal Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 juta untuk usaha mikro masyarakat dengan bunga 3% per tahun.

Selain itu, Soekro berharap Bank Wakaf Mikro dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat kelas bawah. Pasalnya selama ini, masih banyak masyarakat bawah yang belum tersentuh oleh model pembiayaan yang ada.

Ia mencontohkan, kebanyakan masyarakat bawah tidak memiliki aset untuk membayar biaya agunan yang disyaratkan oleh penyedia pembiayaan atau kredit.

Lebih lanjut, Bank Wakaf Mikro diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan masyarakat bawah. “Jadi ini langkah awal membangun masyarakat yang non-bankable menjadi bankable,” tegasnya.

Pelaksanaan Bank Wakaf Luar biasa

Sedangkan narasumber lainnya yaitu Hendri Tanjung, Ketua Divisi Pembinaan dan Pemberdayaan Nazhir Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengatakan bahwa potensi dana infaq, zakat maupun sedekah lebih fleksibel jika disalurkan melalui lembaga pembiayaan syariah untuk pemberdayaan ekonomi umat dibandingkan wakaf. Sebab, pengelolaan wakaf berbeda dengan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LMKS).

“BWM ini bukan lembaga wakaf. Ini adalah LKMS. Itu ada badan hukumnya. Kalau Bank Wakaf belum ada. LKMS itu ada. Ini LKMS bermerek Bank Wakaf Mikro (BWM). Kalau kita misalnya, nanti bicara wakaf banyak sekali perbedaan dalam hal istilah dan sejumlah hal yang harus dipenuhi,” ungkap Hendri.

“Di Indonesia, wakaf lebih banyak dalam bentuk harta tak bergerak atau tunai dalam benti emas atau perak, seperti di era Islam. Untuk wakaf tunai masih kecil. Prosesnya juga harus melalui akad,” jelasnya.

Namun demikian, penerapan dari Bank Wakaf Mikro walaupun sama dengan LKMS amat sangat luar biasa kalau ini bisa dipraktekkan kepada masyarakat kecil. Apalagi mereka mendapatkan pembiayaan tanpa agunan.

 

 

 

 

 

YS/islamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *