Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 28 May 2014

Arsitektur Islam di Yerusalem


Onislam.net.

Haram al-Sharif : kiblat pertama, masjid kedua dan situs tersuci ketiga dalam Islam.

 

Terletak di tembok kota tua Yerusalem, Haram al- Sharif atau Masjidil Aqsa, adalah satu-satunya situs paling suci di Tanah Suci. Sebagai kiblat pertama dalam Islam dan situs tersuci ketiga setelah Makkah dan Madinah. Perjalanan panjang yang dilakukan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam peristiwa Isra Mi’raj juga menandai bahwa situs ini diberkati Nabi Muhammad Saw.

Allah telah memberkati dan menghormati situs ini dan menyeru kepada umat manusia untuk mengambil manfaat, baik spiritual maupun material, bahkan sebelum Nabi Saw. naik ke surga dalam rangka proses negosiasi perintah shalat.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, lagi Maha Melihat.” – Qs. Al-Isra 17:01.

Surah ini merujuk pada Masjidil Aqsa sebagai masjid terjauh, tempat suci dan dianggap masjid kedua yang dibangun di atas bumi, empat puluh tahun setelah Ka’bah dibangun. Untuk memperingati kesucian tempat ini serta peristiwa sejarah yang telah dialami Rasulallah yang juga merupakan kabar gembira bagi umat Islam di seluruh dunia, dibangunlah banyak masjid dan monumen yang mencerminkan peristiwa tersebut. Yang paling terkenal di antaranya adalah kilauan emas di Kubah Batu—Masjidil-Aqsa.

Kubah Batu – Ikon Islam

Kubah Batu (Dome of the Rock atau Kubah Sakhrah) sering disebut sebagai karya pertama dari arsitektur Islam dan juga simbol terbaik dan paling ikonik dari Islam. Seperti namanya, masjid ini dibangun dengan batu suci yang dipercaya sebagai tempat di mana Nabi Muhammad Saw. naik ke surga dalam persitiwa Isra Mi’raj. Di bawah dinasti Muslim pertama yang berkuasa, dinasti Umayyah, ‘Abd al- Malik melakukan upaya terpadu untuk mempercantik Yerusalem dengan menambahkan kilauan emas di Kubah Batu, Masjidil Aqsa.

Bangunan dengan delapan sisi ini hanya mengalami sedikit perubahan sejak selesai dibangun pada akhir abad keenam. Beberapa ahli bahkan telah menyatakan bahwa dilihat dari desain bangunan, kubah di atas batu dan dinding segi delapan ganda itu tidak dimaksudkan sebagai masjid sama sekali tetapi semata-mata dimaksudkan untuk memperingati batu suci. Terpusat pada batu, bangunan tampaknya telah dibangun sebagai tempat ziarah yang bisa dikelilingi seperti Ka’bah.

Meskipun sederhana, masjid ini telah memenuhi tujuan penting mereka, yakni sebagai ruang komunal bagi umat beriman untuk berkumpul dan shalat.

Masterpiece Arsitektur

Dibangun dalam gaya khas Bizantium, masjid ini menggunakan marmer, mosaik biru mencolok, jendela kaca patri dengan kubah emas berkilauan. Pusat kubah besar memiliki tinggi sekitar 25 meter dan berdiameter 20, bertempat pada dinding silinder atau ‘Drum’ yang dihiasi dengan enam belas jendela dan didukung oleh dua belas batu dibentuk dalam sebuah lingkaran di dalam masjid. Kubah kayu yang ditutupi dengan timah berlapis emas terletak tepat di atas batu suci.

Masing-masing dari delapan dinding eksterior dari segi delapan dibagi menjadi tujuh panel. Bagian bawah adalah marmer berwarna abu-abu dan bagian atas dihiasi dengan ubin porselen indah dari Turki. Jendela dengan rancangan cukup rumit menghiasi bagian atas setiap panel yang berfungsi untuk masuknya cahaya ringan, menerangi bagian dalam masjid. Mosaik kaca biru dan hijau tua yang menyelimuti dinding panel atas hampir sepenuhnya diganti pada periode Ottoman, namun beberapa tetap dibiarkan asli. Di bagian paling atas dari dinding-dinding eksterior, sebuah prasasti Arab ditulis dalam huruf putih dengan latar belakang biru berukuran 250 meter di sekitar gedung. Prasasti ini yang menyoroti peristiwa bersejarah bagi umat Islam dan Nabi Muhammad sebagai utusan terakhir, mencerminkan peran penting Kubah Batu di Yerusalem yang terletak di antara monumen Yahudi dan Kristen.

Masjid ini memiliki empat pintu masuk dari utara, selatan, timur dan barat yang membawa Anda melalui desain interior paling mewah dan monumen spektakuler. Mosaik dalam Kubah Batu menerapkan pola geometris yang rumit dengan taburan emas dan mutiara.

Bangunan kedua di Haram al-Sharif yang dibangun adalah kubah hitam di Masjidil Aqsa. Dibangun 709-715 Masehi oleh Khalifah Abd’ al-Malik, masjid besar ini menampung sekitar 5.000 orang dan didedikasikan untuk Bilal, muazin pertama Islam.

Masjid al-Aqsa juga telah secara signifikan dibangun kembali dan dimodifikasi beberapa kali karena gempa bumi besar dan konflik agama di wilayah tersebut. Sebagai contoh, masjid ini pernah diubah menjadi sebuah gereja yang dikenal sebagai ‘Salomo Temple’ sampai pada tahun 1187 M ketika Saladin menyatakan bahwa Yerusalem dan Haram sebagai tempat perlindungan Muslim.

Kubah hitam yang kita lihat hari ini adalah hasil serangkaian rekonstruksi, beberapa di antaranya terjadi baru-baru ini pada tahun 1969. Kubah, yang sebelumnya telah diperkuat dengan menggunakan beton dan aluminium anodized, direkonstruksi menggunakan timah untuk disesuaikan dengan desain asli dari para arsitek.

Secara internal, kubah ini dihiasi dengan mosaik rumit dan desain marmer dari abad keempat belas. Saladin membuat masjid ini dengan ukiran kayu yang megah guna memperingati kebebasan Yerusalem dari Tentara Salib, yang sayangnya dibakar dalam serangan pembakaran pada tahun 1969. [LS]

 

Sumber: OnIslam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *