Satu Islam Untuk Semua

Monday, 10 September 2018

Anggota Parlemen Anti-Islam Belanda Membatalkan Kontes Kartun Nabi Muhammad


geert wilders

islamindonesia.id – Anggota Parlemen Anti-Islam Belanda Membatalkan Kontes Kartun Nabi Muhammad

 

Anggota parlemen anti-Islam Belanda, Geert Wilders, telah membatalkan sebuah kontes kartun Nabi Muhammad. Kontes tersebut dibatalkan karena adanya ancaman pembunuhan dan protes besar-besaran di Pakistan, sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian.

“Untuk menghindari risiko korban kekerasan Islam, saya telah memutuskan untuk tidak membiarkan kontes kartun berlangsung,” kata politisi oposisi sayap kanan dalam sebuah pernyataan tertulis pada Kamis (30/8) malam.

Wilders, yang selama bertahun-tahun telah hidup di bawah perlindungan sepanjang waktu karena ancaman kematian yang dipicu oleh retorika anti-Islamnya yang keras, mengatakan dia tidak ingin orang lain terancam karena kontes yang tadinya dia rencanakan akan dihelat bulan November.

Berita tentang kontes itu memicu protes kemarahan di Pakistan. Selain itu terdapat dugaan ancaman kematian terhadap Wilders dari seorang pria berusia 26 tahun, dilaporkan dia adalah orang Pakistan, yang telah ditangkap di Den Haag.

“Ini bukan hanya tentang saya,” kata Wilders dalam pernyataannya. Orang yang menentang “melihat bukan hanya saya, tetapi seluruh Belanda sebagai target.”

Kontes itu tadinya akan diselenggarakan dengan penjagaan yang ketat di kantor Partai Kebebasan yang dipimpin oleh Wilders di gedung parlemen Belanda.

 
Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte mempertanyakan motif Wilders. “Tujuannya bukan untuk berdebat tentang Islam,” katanya. “Tujuannya adalah untuk menjadi provokatif.”

 
Namun, Rutte menambahkan, bahwa orang-orang di Belanda memiliki hak kebebasan berbicara yang luas dan pemerintah tidak berniat untuk membatalkan kontes tersebut.

Sebelum adanya berita tentang pembatalan kontes, ribuan orang telah berangkat berjalan menuju ibukota Pakistan, Islamabad, sebagai bentuk protes.

Sekitar 10.000 pendukung kelompok agama ekstrem kanan, Tehreek-e-Labbaik, berangkat dalam pawai, menyerukan kepada Imran Khan, PM Pakistan, untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda.

 

Penusukan Turis

Dilansir dari The News, menyusul peristiwa penusukan di Amsterdam pekan lalu, Wilders mengatakan bahwa dia tidak memiliki rencana, setidaknya untuk saat ini, untuk menyelenggarakan kembali kontes kartun penghinaan.

Wilders, yang berbicara di sela-sela konferensi di Italia, menyatakan terkejut atas serangan itu, di mana seorang pria menikam dan melukai dua turis asal Amerika Serikat di stasiun pusat Amsterdam.

Media Belanda mengidentifikasi penyerang itu sebagai seorang Afghanistan berusia 19 tahun.

Serangan itu terjadi setelah Wilders membatalkan rencana untuk menggelar kompetisi kartun, yang juga telah memunculkan protes dari Menteri Luar Negeri Pakistan yang baru.

“Untuk saat ini saya tidak akan segera melakukannya lagi, pasti,” kata Wilders kepada Reuters pada konferensi Ambrosetti, di mana dia diundang untuk berbicara tentang masa depan Uni Eropa.

“Di satu sisi anda mengatakan bahwa anda tidak boleh menyerah pada orang-orang yang mengancam menggunakan kekerasan terhadap kebebasan berbicara,” katanya. Dia juga menambahkan bahwa dia telah menghabiskan 15 tahun tinggal di rumah pengamanan yang dijaga dengan sangat ketat ¬†karena adanya ancaman kematian yang datang terus menerus.

“Jika itu hanya tentang saya, saya akan melanjutkan dan melakukannya lagi tetapi itu bukan hanya tentang saya – itu tentang orang-orang yang tidak bersalah,” katanya.

 

PH/IslamIndonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *