Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 13 April 2016

ANALISIS–Senator Bob Graham: “11 September adalah Kerja Orang Dalam”


graham2

Mantan senator dan gubernur Florida, Bob Graham, secara terbuka dan terang-terangan menyatakan bahwa para pembajak yang melancarkan serangkaian serangan 11 September 2001 telah mendapatkan “bantuan tertentu dari dalam Amerika Serikat” dan secara “substansial” didukung oleh Arab Saudi.

“Saya kira mustahil kita percaya bahwa ada 19 pelaku yang kebanyakannya tidak bisa berbahasa Inggris, tidak pernah tinggal di AS, dan sebagian besarnya tidak lulus sekolah tinggi—mampu melakukan suatu operasi rumit tanpa bantuan dari dalam Amerika sendiri,” ungkap Graham dalam wawancara dengan televisi CBS di program “60 Minutes” 10 April lalu.

Graham berharap laporan terakhir program 60 Minutes berjudul “28 Pages” dapat membantu membuka rahasia AS paling sensitif berjudul “Finding, Discussion and Narrative Regarding Certain Sensitive National Security Matters.”

Berkas kontroversial yang hingga saat ini tersimpan rapih di Gedung Putih itu bertebal 28 halaman menyangkut informasi sensitif ihwal serangan 11 September, termasuk informasi tentang keterlibatan jaringan Saudi yang mendukung para pembajak yang menerbangkan pesawat menabrak WTC dan Pentagon kala itu, menewaskan hampir 3,000 orang dan menyebabkan kerugian sebesar $10 milyar dolar AS (sekitar 130 trilyun).

28halamanlaporan

Graham sendiri pernah menjadi ketua Komite Khusus Senat bagian Intelijen dan pimpinan komisi gabungan Kongres yang menyelidiki serangan 11 September dan menulis laporan setebal 838 halaman. Dalam membuat laporan tersebut, tim penyelidikan gabungan itu menelaah setengah juta dokumen dan mewawancarai ratusan saksi. Pemerintah mantan Presiden George W. Bush telah menghabus bab terakhir dokumen tersebut dengan alasan keamanan nasional. Mantan Senator Max Cleland menyebut penghapusan itu sebagai “skandal nasional” dan mengundurkan diri dari Komisi 11 September.

Presiden Bush dan Wapres Dick Cheney kabarnya telah menolak untuk diwawancara oleh komisi itu terkait dengan apapun yang berhubungan dengan serangan 11 September.

“Saya tetap sangat terganggu dengan jumlah besar bahan yang telah disensor dari laporan ini,” tandas Graham dalam program CBS tersebut.

Graham, bersama beberapa mantan dan anggota aktif Kongres, pejabat AS, dan komisioner 11 September sekarang getol menuntut dibukanya halaman-halaman yang hilang dari laporan tersebut. Senin 11 April lalu, ketua Fraksi Partai Demokrat, Nancy Pelosi, ikut menuntut pembukaan rekaman data itu untuk publik.

Dalam wawancara dengan televisi CBS, Graham tidak membahas isi dokumen setebal 28 halaman itu, tapi menyatakan bahwa informasi menyangkut sejumlah nama orang yang mendukung operasi para pembajak akan “mengejutkan khalayak”.

Mantan senator keliharina 1936 itu menyatakan bahwa para pembajak itu secara “substansial” dibantu oleh oknum-oknum di dalam rezim Riyadh, sekaligus sejumlah orang kaya dan amal sosial Saudi. Faktanya, 15 dari 19 pelaku merupakan warga Saudi.

60minutes

Graham dan banyak pejabat maupun pengamat yang percaya bahwa keterlibatan Saudi telah diputihkan demi menjaga aliansi pelik AS dan kerajaan Arab itu. “28 halaman itu sangat penting, dan bakal membuka mata publik AS, pada gilirannya akan mendorong pemerintah Amerika untuk mempertimbangkan sifat hubungan kita dengan Arab Saudi,” kata mantan .

Setelah 13 tahun lebih, tragedi yang menghebohkan itu masih terselimuti kabut pekat, di tengah banyak saintis, pakar, penyelidik independen dan mantan pejabat yang terus mempertanyakan keasilan versi resmi pemerintah AS yang menyatakan bahwa sekelompok teroris al-Qaeda membajak beberapa pesawat untuk melancarkan serangan.

Dan menariknya, setelah begitu banyak dugaan kuat dan objektif soal keterlibatan Arab Saudi, tahun lalu Hakim Tinggi New York George Daniels membebaskan seluruh tuntutan keluarga korban atas Saudi. Sebaliknya, bulan lalu, Hakim Daniels justru memvonis Iran terlibat dalam serangan itu, dan meminta negeri Mullah itu membayar $11 milyar dolar AS untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

 

AJ/IslamIndonesia/CBS

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *