Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 27 November 2016

Amsal Bakhtiar Tekankan Arti Penting Tasawuf Bangun Bangsa Berkarakter


amsal-bakhtiar-tekankan-arti-penting-tasawuf-bangun-bangsa-berkarakter

islamindonesia.id – Amsal Bakhtiar Tekankan Arti Penting Tasawuf Bangun Bangsa Berkarakter

 

Menutup Konferensi Internasional Pertama Tasawuf atau International Conference on Sufism (ICS): Building Love and Peace for Indonesian Society Rahmatan lil Alamiin (18/11), Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar menekankan arti penting tasawuf dalam membangun karakter bangsa. Didampingi oleh Direktur Riset STFI Sadra, Ammar Fauzi Ph.d, dan Dekan Fakultas Filsafat UGM, Dr. Arqom Kuswanjoyo, ia mengapresiasi konferensi tasawuf ini. Penyelenggaraan konferensi ini sangat penting dan urgen, terutama dalam situasi yang sedang dihadapi olah bangsa dan negara kita. Nilai-nilai kemanusiaan perlu dijaga dan ditanamkan agar tidak terbangun tradisi kebencian dan saling membenci. Melalui tasawuf dan kaum sufi, kita berharap realistis agar nilai-nilai keutamaan dan kemanusiaan kian kokoh di tengah masyarakat kita dengan ajaran cinta sufistik.

Ajaran-ajaran tasawuf juga mudah diserap dan dihayati mengingat dikemas dalam bentuk hikayat dan kisah-kisah alegoris. Banyak buku-buku yang memuat kisah-kisah sufi seperti Tadzkirat Al-Awliya karya Fariduddin Al-Aththar yang terkenal dengan Manthiq Al-thayr (Bahasa Burung).

Ajaran tasawuf juga sangat kontekstual dalam dinamika dan semangat bernegara kita sekarang ini. Dengan tradisi sufi, kita dapat mengembangkan nilai dan muatan tasawuf untuk membentuk karakter-karakter bangsa untuk kemudian kita tanamkan ke dalam jiwa anak-anak didik. Dengan cara inilah kita menguatkan Revolusi Mental. Kita sesungguhnya sedang menderita krisis mental, krisis karakter. Manakala karakter telah ditanamkan, kendala dan tantangan serta ancaman dalam bersosial, berbudaya, berbangsa dan bernegara akan mudah diatasi. Nilai-nilai seperti jujur, terbuka, saling menghargai adalah nilai-nilai universal dan langkah menuju cita-cita luhur Islam, yaitu rahmatan lil alamin, rahmat dan kebaikan untuk seluruh manusia.

Rahmat dan kebaikan itu tidak pandang bulu, harus bisa dinikmati oleh orang Muslim, juga orang kafir. Rahmat Islam tak ubahnya udara; meski tak berharga dan bukan barang yang sah dijualbelikan, tetapi bernilai sangat vital bagi kelangsungan hidup setiap orang. Udara diperoleh gratis oleh semua orang. Rahmat dan kasih sayang Islam laksana sinar matahari yang dibutuhkan semua manusia untuk melihat, bekerja, mengatur hidup tanpa biaya dan risiko.

“Melalui konferensi ini, rahmat Allah bisa ditebarkan ke seluruh masyarakat Indonesia dan dunia dengan semangat cinta dalam tasawuf. Untuk itu, perlu didukung penyelenggaraan konferensi kedua nanti, dan harus dipastikan tetap berlangsung sebagai agenda tahunan. Pihak penyelenggara bisa bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Saya berharap tasawuf bisa berkembang sebagai tradisi ilmiah dan amaliah di kampus-kampus Tanah Air,” harap Amsal.

 

EH – AF / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *