Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 31 December 2015

‘Allahu Akbar’ Ekspresi Kepercayaan Kami: Uskup Palestina


ArchBishopAttalaHanna - Copy

Dalam sebuah wawancara dengan Uskup Kristen Ortodoks asal Palestina, Sebastia Theodosios (Atallah Hanna) tidak jarang mengeluarkan kata-kata yang sering didengar dari seorang Muslim, seperti: alhamdulillah, insya Allah, masya Allah.

“Tuhan dalam bahasa Arab adalah ‘Allah’, entah anda seorang Kristiani atau Muslim,” kata Sebastia seperti dikutip rt.com

Kalimat ‘Allahu Akbar’, bagi Sebastia, bukan hanya milik umat Islam meskipun bagi masyarakat Barat “Allahu Akbar” adalah sebuah ancaman. “Namun tidak begitu halnya bagi masyarakat Kristen di Tanah Suci Jerusalem,” kata pria 49 tahun ini

Bagi umat Kristen Palestina, lanjut Uskup Sebastia, ‘Allahu Akbar’ adalah sebuah ekspresi tentang pemahaman bahwa Sang Pencipta Mahabesar.

“Kami tidak ingin kalimat ini (Allahu Akbar) diidentikkan dengan terorisme dan tindak kriminal. Kami menolak untuk menghubungkan kalimat ini dengan pembantaian dan pembunuhan. Kami menolak penggunaan kalimat ini dengan arti tersebut. Siapapun yang melakukannya telah menghina agama kami dan nilai-nilai agama kami. Siapapun yang menggunakan kalimat ini namun melakukan aksi yang tidak agamis, tidak spiritual dan tidak berperikemanusiaan maka mereka telah melukai agama,” katanya

‘Allahu Akbar’, menurut Uskup Sebastia, adalah sebuah ekspresi dari kepercayaan kami. Tidak ada satupun yang boleh meneriakkan kalimat ini dalam aksi dengan tujuan yang non-religius untuk melakukan kekerasan dan teror.

“Jika seperti itu lalu apakah kami mengucapkan ‘Allahu Akbar’ di gereja? tentu saja,” katanya

Karena bagi kaum Kristen Ortodoks di Tanah Suci Jerusalem, ‘Allah’ bukanlah semata istilah milik Islam. Ini adalah istilah bahasa Arab yang mencerminkan makna Sang Pencipta bagi alam yang kita tinggali ini.

Dalam doa-doa munajat atau ritual, lanjut Uskup Sebastia,  kaum Kristen Ortodoks menggunakan kata ini. Mereka sering menggunakan kata ini dalam proses peribadatan.

“Adalah keliru jika menganggap kata ini hanya untuk umat Islam. Orang-orang Kristen Arab pun menyebut ‘Allah’  untuk mengungkapkan makna Sang Pencipta dalam doa-doa,” katanya.

Andi/ Edy/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *