Satu Islam Untuk Semua

Friday, 27 September 2013

Ahli Forensik Nyentrik Itu Telah Pergi


Satu lagi putera terbaik bangsa telah dipanggil pulang oleh Tuhan. Abdul Mun’im Idries (66), salah satu ahli forensik  terbaik Indonesia mangkat pada Jumat (27/9) dini hari tadi.  Menurut pihak keluarga, almarhum meninggal dunia karena menderita kanker pankreas. 

“Kami tidak mengira almarhum terkena kanker pankreas. Sebelumnya, kami mengira ia terkena sakit kuning saja,” Kiswati (istri almarhum) kepada media pada Jumat siang. Almarhum sendiri baru mendapatkan perawatan intensif  sejak Sabtu (7/9). Bahkan baru tiga hari yang lalu Mun’im menjalani operasi untuk  mengobati penyakitnya tersebut. 

Ketika disinggung pemakaman, Kiswati menyatakan  itu akan dilaksanakan usai shalat Jum’at siang ini. Rencananya jenazah almarhum akan dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, usai sebelumnya dishalatkan di Masjid Arief Rahman Hakim di Kompleks Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat. 

Dokter Mun’im merupakan sosok penting dalam dunia forensik di Indonesia. Berbagai kasus besar telah ia pecahkan,diantaranya seperti kasus pembunuhan pragawati terkenal Ditje Budimulyono, kasus Trisakti, kasus Semanggi, kasus pemerkosaan dalam kerusuhan Mei 1998 dan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. 

Prof. Dr. O.C Kaligis menyebut almarhum Mun’im sebagai sosok ahli forensik yang konsisten terhadap profesinya. Saat menangani sebuah kasus, ia tak segan-segan menyanggah hasil otopsi ahli forensik lain jika hasilnya dinilai tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya, kendati sang ahli forensik itu adalah kawan akrabnya sekalipun. “Dia itu bersahabat dengan kebenaran,”ujar pengacara kondang tersebut. 

Hampir senada dengan Kaligis, Prof. Adrianus Meliala,Ph.d mengenang almarhum sebagai  fenomena unik dalam kancah perforensikan di Indonesia sejak dua dekade lalu. “Dia itu pribadi yang dinamis dan sangat ogah dikungkung oleh aturan formil, makanya dalam kerja-kerjanya ia terkesan jadi nyeleneh,”kata kriminolog FISIP UI itu. 

Kini ahli forensik yang konsisten, dingin serta nyentrik itu telah pergi meninggalkan kita. Semoga di masa depan, segala sepak terjang terpuji dari almarhum bisa diteladani oleh para ahli-ahli forensik muda Indonesia. Selamat jalan dokter Mun’im!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *