Satu Islam Untuk Semua

Monday, 21 August 2017

Agar Tak Tertipu, Kenali Tiga Ciri Travel Umrah Nakal Ini


Agar Tak Tertipu, Kenali Tiga Ciri Travel Umrah Nakal Ini

islamindonesia.id – Agar Tak Tertipu, Kenali Tiga Ciri Travel Umrah Nakal Ini

 

Di tengah banyaknya perusahaan perjalanan umrah yang menawarkan promo umrah murah, masyarakat dituntut jeli dan ‎teliti sebelum membeli promo umrah tersebut. Jangan sampai mereka salah pilih dan menyesal telah dibohongi oleh perusahaan penyedia perjalanan umrah.

Lalu bagaimana cara agar terhindar dari penipuan travel umrah nakal? Tentu saja dengan mengenali ciri-cirinya.

Apa saja? Berikut ciri-ciri perusahaan travel umrah nakal‎ yang biasanya menawarkan promo umrah murah.

Pertama, memberikan promo umrah dengan harga yang tidak masuk akal.

Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi ‎Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri), Rinto Raharjo mengatakan, perusahaan travel diperbolehkan memberikan harga promo tetapi harus masuk akal.

Menurut Rinto, jika tidak masuk akal, perusahaan travel tersebut harus dihindari. Ia mencontohkan harga promo yang tidak masuk akal adalah sebesar Rp 14 juta.

“‎Minimal umrah itu Rp 18 juta – Rp 19 juta, itu juga saat low season. Kalau harga Rp 14 juta, harga tiketnya saja Rp 13 juta, belum makan, belum hotel, belum pengantar. Jadi kalau ada promo dengan harga segitu sudah pasti kebohongan,” ujar Rinto, Senin (21/8/2017).

Kedua, ada masa tunggu perjalanan umrah.

Rinto menerangkan, perjalanan umrah pada prinsipnya tidak memiliki masa tunggu seperti halnya perjalanan haji. Jika masyarakat telah membayar lunas biaya umrah, maka bisa langsung diberangkatkan.

“Kalau umrah itu pada dasarnya cash and carry. Jadi bohong besar, kalau bayar dulu tapi berangkatnya nanti. Itu enggak mungkin,” jelas dia.    

Ketiga, tidak punya izin perjalanan umrah.

Rinto menambahkan, perusahaan travel umrah harus mempunyai izin perjalanan umrah dari Kementerian Agama. Jika tidak mempunyai izin, maka sudah dipastikan bahwa perusahaan travel tersebut penipu.

Menurut dia, masyarakat bisa melihat informasi perizinan dari laman Kementerian Agama, atau bisa menanyakan perizinan dari asosiasi-asosiasi perjalanan umrah.

“Jadi jangan terlalu percaya oleh omongan orang. Harus teliti,” pungkas dia.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *