Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 15 May 2018

Afrika Selatan Menarik Mundur Duta Besarnya dari Israel: “Pemerintah Afrika Selatan Mengutuk Agresi Pasukan Bersenjata Israel”


Photo: jpost.com

islamindonesia.id – Afrika Selatan Menarik Mundur Duta Besarnya dari Israel: “Pemerintah Afrika Selatan Mengutuk Agresi Pasukan Bersenjata Israel”

Afrika Selatan menarik mundur duta besarnya dari Israel. Dilansir dari African News Agency, hal itu diumumkan pemerintah Afrika Selatan pada hari Minggu pagi (13/05) waktu setempat setelah terjadinya serangan mematikan oleh tentara Israel terhadap 41 warga Palestina di perbatasan Gaza.

“Melihat cara serangan Israel yang tidak pandang bulu dan membabi buta, pemerintah Afrika Selatan telah mengambil keputusan untuk memanggil Duta Besar Sisa Ngombane dengan segera hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Departemen Hubungan Internasional dan Kerja Sama Afrika Selatan (DIRCO).

“Pemerintah Afrika Selatan amat sangat mengutuk tindakan agresi kekerasan terbaru yang dilakukan oleh pasukan bersenjata Israel di sepanjang perbatasan Gaza, yang telah menyebabkan kematian lebih dari 40 warga sipil. Para korban mengambil bagian dalam protes damai terhadap pembukaan kedutaan AS (Amerika Serikat) di Yerusalem yang provokatif.”

“Serangan terbaru ini telah mengakibatkan banyak warga Palestina lainnya yang dilaporkan terluka, dan hancurnya properti yang tidak diinginkan,” lanjut DIRCO. Pihak berwenang di Pretoria menegaskan kembali pendiriannya, bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus mundur dari Jalur Gaza, “dan mengakhiri serangan kekerasan dan destruktif ke wilayah Palestina.”

Afrika Selatan menyatakan lebih lanjut bahwa kekerasan di Jalur Gaza akan menghalangi pembangunan kembali institusi dan prasarana Palestina. “Aksi rutin pasukan bersenjata Israel menghadirkan hambatan lain untuk resolusi permanen terhadap konflik, yang harus datang dalam bentuk dua negara, Palestina dan Israel, yang hidup berdampingan dan dalam kedamaian,” kata DIRCO.

“Seperti anggota lainnya dari komunitas internasional, Afrika Selatan terganggu oleh agresi mematikan terakhir dan menegaskan kembali seruan yang dibuat oleh beberapa negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk penyelidikan independen atas pembunuhan, dengan maksud untuk mengungkap pelaku yang bertanggung jawab.”

Pejabat Palestina pada hari Senin (14/05) mengatakan sedikitnya 52 orang telah tewas dalam protes terakhir. Setidaknya 1.700 demonstran Palestina dilaporkan terluka pada hari Senin ketika melakukan aksi protes di sepanjang pagar perbatasan jalur Gaza. Protes telah dilakukan sejak 30 Maret dan pihak Israel telah menjatuhkan banyak korban.

Protes berlangsung ketika Kedutaan Besar AS secara resmi dipindahkan ke Yerusalem dari Tel Aviv, pada peringatan 70 tahun berdirinya Israel.

Sementara itu, di dalam negeri Afrika Selatan sendiri, Dewan Perwakilan Yahudi Afrika Selatan dan Federasi Zionis SA pada hari Senin merespon keputusan pemerintah Afrika Selatan dengan kemarahan.

“Keputusan pemerintah Afrika Selatan untuk menarik duta besar Afrika Selatan dari Israel keterlaluan dan menampilkan standar ganda kotor terhadap negara Yahudi. Sementara kami, Dewan Perwakilan Yahudi Afrika Selatan dan Federasi Zionis SA, menyesalkan hilangnya nyawa warga sipil (Israel), kami mengakui bahwa Israel sebagai negara berdaulat memiliki hak untuk mempertahankan perbatasannya sendiri dan warganya sendiri,” kata kedua organisasi itu dalam sebuah pernyataan.

Nelson Mandela, mantan Presiden dan tokoh negara Afrika Selatan, pada tahun 1990 pernah berkata, “jika seseorang harus merujuk ke salah satu pihak sebagai negara teroris, orang mungkin merujuk kepada pemerintah Israel, karena mereka adalah orang-orang yang membantai orang Arab yang tak berdaya dan tak bersalah di wilayah (Palestina) yang diduduki, dan kami tidak menganggap itu bisa diterima.”

 

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *