Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 14 July 2015

5 Urgensi Membangun Komunitas Pengusaha Muslim


attractive female Arabic corporate worker working on computer

Dengan sumber daya alam yang melimpah, warisan sejarah bernilai moral, pendidikan, dan estetika yang tinggi, serta inovasi yang unik dan beragam, sudah selayaknya pembangunan ekonomi dalam dunia Muslim menjadi lebih kuat. Bagi pebisnis Muslim, mereka hanya perlu  menambahkan sedikit “bumbu spesial” berupa visi dan keinginan yang kuat untuk melakukan transformasi dengan memanfaatkan sumber daya alam sewajarnya, membangun fondasi dimana perdamaian, kemakmuran serta kemajuan menjadi hal yang utama.

Guna menggapai kekuatan ekonomi yang dapat berkembang pesat, kalangan pebisnis Muslimin perlu menaruh perhatian khusus pada aspek kemandirian dan kemerdekaan. Mereka perlu menyadari kalau Allah SWT telah memberikan segala syarat menuju pintu kesuksesan. Mereka juga perlu merumuskan visi yang kuat seputar tanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan, tanpa bergantung pada pihak lain.  

Membangun komunitas ekonomi Muslim yang kuat sangat penting dilakukan. Diantara alasan mengapa pentingnya sorang Muslim berwirausaha adalah seperti berikut:
1. Kewirausahaan menggambarkan pemberdayaan ekonomi. Selain itu wirausaha menggambarkan pula kemandirian, kemerdekaan, innovasi dan kemampuan untuk menumbuhkan kemampuan kreativitas. Lebih dari itu, adalah keuntungan yang dapat diraih jika mampu menguasai pangsa pasar.

Pada tahun 2013, The State of the Global Islamic Economy melaporkan, bahwa konsumen Muslim pada 2012  menghabiskan setidaknya US$ 1,62 triliun untuk memenuhi kebutuhan pada sektor makanan dan gaya hidup. Angkanya diperkirakan melonjak  menjadi US$ 2.47 triliun pada 2028. Sungguh menjanjikan bukan?

2. Mewakili ekonomi dan kepentingan bisnis umat Muslim. Ada beberapa organisasi ekonomi dan bisnis yang mewakili kepentingan bisnis dan ekonomi di seluruh dunia Muslim. Komunitas kewirausahaan seringkali dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi dan sosial yang ada. Dengan memiliki komunitas kewirausahaan yang kuat, Muslimin mampu mengadvokasi kebijakan jangka panjang yang lebih baik dan berkontribusi pada kemajuan dan kemakmuran jangka panjang komunitas Muslim.

3. Mendidik dan melatih generasi jiwa kepemimpinan generasi muda. Wirausahawanadalah seorang pemimpin. Ia menjadi pemimpin karena punya visi. Dengan pendidikan dan pelatihan kemampuan kewirausahaan, secara tidak langsung Anda sama saja mencetak generasi pemimpin. Kunci dari pembentukan generasi selanjutnya adalah mendidik sedini mungkin. Hal ini berarti membina lingkungan dimana kemampuan kewirausahaan, seperti berjualan, negosisasi, berpikir kritis, kerja tim dan kepemimpinan, merupakan kunci mencetak generasi wirausahawan yang berpikiran kuat.

4. Menjadikan seseorang mandiri dalam perekonomian. Kemandirian ekonomi diartikan sebagai kemampuan memenuhi kebutuhan hidup, politik dan kemerdekaan sosial. Pendistribusian kekayaan kian susah dimasa sekarang, dimana kesenjangan antara si kaya dan si miskin kian melebar. Selain itu, kemandirian ekonomi memungkinkan Anda untuk mulai berpikir soal kontribusi ketimbang soal bertahan hidup.

5. Menciptakan generasi produktif, bukan konsumtif. Banyak dari realitas sosial saat ini dimana kemampuan berwirausaha dapat menyelesaikan masalah sosial yang ada. Kebiasaan dalam berwirausaha dapat merubah pola pikir sehingga Muslimin mampu berpikir kritis dan menciptakan produk inovatif dan mengurangi pola konsumtif.

Ami/Islam Indonesia/The Muslim Inc. Foto: Muslimwomencoach.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *