Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 14 May 2016

HIKMAH – Makna Merdeka yang Sesungguhnya


Salah Pinta Keliru Doa

Islamindonesia.id–Makna Merdeka yang Sesungguhnya

Setelah kekagetan, reaksi awal yang relatif manusiawi sebagai akibat kehilangan sesuatu yang sebelumnya kita punya, atau kepergian untuk selamanya seseorang yang sebelumnya kita kasihi, adalah kesedihan. Kesedihan bercampur tanda tanya yang terkadang dibarengi protes halus: mengapa semua terjadi? Mengapa tiba-tiba pula datangnya? Mengapa harus kita yang mengalaminya?

Begitulah jika kita punya banyak hal. Selama apa yang kita punya masih berada di sisi kita, kita seringkali lupa bahwa kita punya sesuatu yang sesungguhnya berharga dan patut disyukuri. Jika semua telah hilang, baru terasa bahwa keberadaannya bermakna.

Begitu pula bila kita memiliki orang-orang terdekat yang sepatutnya kita kasihi dengan sebenar-benar ketulusan hati, namun ketika dekat, kita malah menganggapnya seakan tak ada. Hanya ketika mereka benar-benar pergi, barulah mulai kita tangisi.

Dalam doa, dengan rendah hati dan menghiba, kita memohon kepada Tuhan agar dikaruniai kezuhudan dari dunia, diselamatkan daripadanya dengan taufik dan penjagaan Rabbul ‘Alamin.

Kita pun meminta agar Tuhan mengeluarkan kecintaan pada dunia dari hati kita seperti telah Dia lakukan kepada orang-orang saleh pilihan, kepada orang-orang baik kekasih Arhamarrahimin.

Namun ketika Tuhan benar-benar mengabulkan semua yang kita minta, tanpa sadar kita bertanya: MENGAPA …

Tidakkah ini berarti bahwa kita sesungguhnya tidak benar-benar tahu apa yang kita inginkan?

Namun untunglah bahwa ternyata Tuhan benar-benar Mahatahu apa yang kita butuhkan.

Tuhan Mahatahu bahwa kita butuh kemerdekaan dalam arti yang sesungguhnya, yakni bebas dari belenggu ketergantungan kepada apa dan siapapun selain-Nya.

Ya. Merdeka dalam arti yang sebenarnya, adalah kebebasan yang melegakan dada. Lepas dari keterikatan yang menyiksa terhadap apa-apa yang fana, menuju ketenteraman berserah kepada Sang Maha Kekal Abadi.

Bukankah hanya Dia labuhan terakhir hamba jika sudah tak ada lagi pintu yang lain terbuka baginya untuk diketuk?

Kemana selain ke hadirat Mawla Maha Mulia yang dituju para hamba bila ia sudah berputus asa berharap kepada selain-Nya? Sebab hanya Dia tempat bergantung yang tak pernah mengecewakan siapapun yang berharap hanya kepada-Nya.

Merdeka, bebas dari ketergantungan selain kepada Tuhan, adalah anugerah besar dan rahmat yang sepatutnya kita syukuri sepenuh hati tanpa ragu. Meski terkadang semua itu dihadirkan Tuhan sebagai kehilangan demi kehilangan yang sepintas tampaknya menyedihkan dan memantik dukacita.

[]

EH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *