Satu Islam Untuk Semua

Monday, 07 November 2016

Soal Ahok dan Penistaan Agama, Buya Syafi’i: Fatwa MUI Kurang Cermat


2016-11-07

islamindonesia.id – Soal Ahok dan Penistaan Agama, Buya Syafi’i: Fatwa MUI Kurang Cermat

 

Lepas demonstrasi 4 November, Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri Tito Karnavian agar proses hukum perkara Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama digelar secara terbuka. Menurut peneliti UGM Zainal Abidin Bagir, penyelesaian masalah melalui jalur hukum harus dipuji, jika alternatifnya adalah respon kekerasan. Namun, Zainal mencatat,  khususnya dalam kasus “penistaan agama”, ada banyak alasan untuk meragukan bahwa seruan itu adalah jalan terbaik untuk memecahkan masalah.

“Dan mungkin justru tak menjanjikan keadilan,” katanya seperti ditulis di kolom Islamindonesia.id (2/11)

Sebab utamanya adalah bahwa peristiwa ini (ucapan Ahok dan pembingkaian atas peristiwa itu sebagai “penistaan agama”), jika masuk pengadilan, kemungkinan besar merujuk pada Pasal 156A KUHP, yang tidak memiliki karir gemilang dalam sejarah Indonesia. Bagi Zainal, ini adalah bagian dari pasal-pasal karet “kejahatan terhadap ketertiban umum” dalam KUHP. Pasal yang ditambahkan pada tahun 1969 atas perintah UU 1/PNPS/1965 ini memiliki nilai politis yang amat kuat.

“Target awalnya adalah untuk membatasi aliran-aliran kebatinan/kepercayaan yang terutama bersaing dengan kekuatan politik Islam pada tahun 1950 dan 1960an” katanya.

Hukum dan Ishlah : Menghadapi Dugaan Penistaan Agama

Selain itu, kasus Ahok yang sedang bergulir saat ini tidak bisa juga dilepaskan dari sikap Majelis Ulama Indonesia. Berkenaan dengan ini, Tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafi’i Ma’arif menyebut seharusnya MUI melakukan kajian yang lebih matang terkait pernyataan Ahok yang cukup sensitif bagi masyarakat yang tengah belajar bertoleransi.

Karena itu, pria yang akrab disapa Buya Syafi’i ini tidak sependapat dengan fatwa MUI yang mengatakan bahwa Ahok telah menghina Al Qur’an dan menghina ulama.

“Saya sudah baca berapa kali pernyataan Ahok, di kepulauan Seribu, saya tidak sependapat dengan itu (MUI). Jadi, menurut saya fatwa MUI itu kurang cermat, sehingga menimbulkan hal semacam ini,” katanya di CNN TV.

Buya Syafi’i: Bukankah Gejala Ahok Tanda Gagalnya Partai Muslim Tampilkan Pemimpin?

Di samping itu, Buya juga mempertanyakan aksi mobilisasi massa jika tujuannya hanya untuk seorang Ahok. “Apakah Ahok terlalu besar untuk dilawan? Masa mengundang demo semacam ini, rugi negara ini. Masa kita korbankan demi untuk ini?”

Demo 4 November yang berujung rusuh itu dinilai oleh Buya sebagai aksi yang tidak sehat. Di luar perkara Ahok yang dituding menistakan agama, Buya tidak menafikan jika ucapan gubernur DKI non-aktif ini memang  “kurang terjaga”. []

 

NU: Di MUI, Ada Orang yang Paham Kebangsaannya Kacau

 

YS / islam indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *