Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 12 January 2017

Begini Kata Alumni Suriah Soal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan ke Aleppo


Begini Kata Alumni Suriah Soal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan ke Aleppo

islamindonesia.id – Begini Kata Alumni Suriah Soal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan ke Aleppo

 

Sebagai upaya klarifikasi seputar glorifikasi jatuhnya Kota Aleppo dari tangan pemberontak dan isu terkait telah terjadinya penyimpangan yang dilakukan oleh sebuah lembaga bantuan kemanusiaan yang terindikasi disalurkan kepada para milisi dan kombatan di Suriah, maka Alumni Syam (Suriah) Indonesia (Alsyami) menggelar pertemuan terbatas, Senin (9/1/2017) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, mereka menghadirkan para ulama Suriah yang kebetulan sedang berada di Indonesia usai menghadiri Maulid Nabi di Kanzus Sholawat, atau kediaman Habib Luthfi bin Yahya, Pekalongan.

[Baca: Kemana Bantuan Masyarakat Indonesia di Suriah?]

Hadir dalam pertemuan ini Mufti Agung Ibu Kota Damaskus Syekh Adnan Afyouni, Syekh Riyad Bazo dari Dewan Fatwa Lebanon dan Syekh Omar Dieb, akademisi dari Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus Suriah.

Dalam kesempatan itu Ketua Alsyami, Ahmad Fathir Hambali menyatakan, penyelewengan bantuan kemanusiaan sebagaimana ramai diberitakan akhir-akhir ini, bukanlah fenomena baru. Karena itu sudah selayaknya kata Fathir, pihak pengelola dan penanggungjawab NGO atau LSM sungguh-sungguh melakukan kerja kemanusiaan, juga bersikap terbuka kepada publik terkait pelaporan dana yang dikelola lembaganya.

“Sebagai lembaga publik, hendaknya melakukan transparansi atas aliran dana mereka,” ujar Fathir.

[Baca: Bantuan IHR Nyasar ke Markas Teroris? ICRC: Cek Track Record Lembaga dan Laporan Penggunaan Dananya]

Sementara itu Sekjen Alsyami, M. Najih Arromadloni mengajak peserta pertemuan untuk mengampanyekan pentingnya melihat Krisis Suriah dari perspektif kemanusiaan.

Ia mengingatkan agar dalam menyikapi tragedi kemanusiaan terbesar abad 21 ini, masyarakat tidak sepatutnya jatuh dalam perdebatan politik tak berujung. Karena di balik kompleksnya konflik kepentingan dan ideologi di Suriah, terdapat jutaan manusia yang menjadi korban.

“Karena itu, mari bersama secara serius dan tepat sasaran menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Suriah,” ucap Najih.

Sementara Ketua Panitia pertemuan itu, Anizar Masyhadi menyatakan akan mengawal hasil rumusan yang telah disepakati. Mantan sekretaris Dubes RI untuk Suriah ini mengatakan, di saat banyak foto bendera Suriah yang tidak resmi milik oposisi pemberontak yang mengganti warna merah menjadi hijau beredar, Alsyami terus akan memperlihatkan kepada dunia bendera Suriah yang sesungguhnya.

“Inilah second track diplomacy Alsyami dalam memerankan kedamaian dan kedaulatan antar negara,” tegas Anizar.

“Suriah adalah negara pertama yang mengakui kemerdekan Indonesia. Duta Besar Suriah untuk PBB HE. Faris Al-Khoury, yang ketika itu memimpin sidang DK PBB, mendukung sepenuhnya kemerdekaan Indonesia. Peranan itu tidak boleh dilupakan oleh bangsa Indonesia,” pungkasnya.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *