Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 24 February 2018

Inilah Pusat-Pusat Pendidikan Islam di Masa Rasul


Inilah Pusat-Pusat Pendidikan Islam di Masa Rasul

islamindonesia.id – Inilah Pusat-Pusat Pendidikan Islam di Masa Rasul

 

Islam mungkin tidak akan memiliki banyak pemeluk jika ajarannya tidak disebarkan. Proses penyebaran ajaran itu dilakukan melalui dakwah di berbagai jalur seperti pendidikan, perdagangan, budaya, politik, sosial.

Di antara sekian jalur, pendidikan adalah jalur inti dari dakwah Islam. Bahkan, Rasulullah Muhammad SAW menekankan begitu pentingnya pendidikan sebagai pendekatan dalam dakwah.

Ketika Rasulullah menyebarkan ajaran Islam, metode dakwah yang digunakan Sang Nabi Agung kala itu adalah pendidikan. Tercatat ada beberapa tempat yang dijadikan oleh Rasulullah sebagai pusat pendidikan Islam.

Tempat pertama adalah Darul Arqam yang didirikan di tahun ketiga Rasulullah berdakwah. Saat itu, jumlah Muslim masih sedikit karena dakwah dijalankan secara sembunyi-sembunyi.

Lokasi Darul Arqam adalah sebuah rumah yang terletak di kaki bukit Shafa milik Al Arqam bin Abil Arqam. Tempat ini dirahasiakan agar tidak diketahui oleh kaum Musyrikin kala itu.

Rumah itu menjadi pusat pendidikan selama beberapa tahun. Kemudian, Rasulullah memindahkan pusat pendidikan itu usai Umar bin Khattab memeluk Islam pada tahun keenam Hijriyah.

Tempat kedua setelah Darul Arqam adalah rumah Rasulullah Saw sendiri. Pemindahan ini dijalankan setelah ancaman dari kaum Musyrikin mereda setelah Umar bin Khattab memeluk Islam.

Pusat pendidikan Islam di rumah Rasulullah menarik minat banyak orang untuk memeluk Islam. Mereka mengkaji Alquran dan menimba ilmu di rumah Rasulullah, diajar langsung oleh Rasulullah.

Tempat berikutnya adalah As Suffah, yang didirikan sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah. As Suffah merupakan ruangan dalam Masjid Nabawi yang dibangun Rasulullah beberapa saat setelah tiba di Madinah.

Kala itu, As Suffah tidak hanya sebagai pusat pendidikan. Tempat ini juga menjadi penampungan, bisa dikatakan asrama, bagi para sahabat yang miskin.

Catatan pakar sejarah Islam, Dr Muhammad Mustafa Azami, menyebutkan As Suffah bisa disebut sebagai perguruan tinggi Islam pertama. Jumlah mahasiswanya sekitar 400 orang namun selalu fluktuatif.

Selain itu, ada pula apa yang disebut sebagai Darul Qurra. Yakni tempat pendidikan Islam pada masa Nabi Saw yang semula adalah sebuah rumah milik Makhramah bin Naufal. Namun, belum ada kejelasan, Darul Qurra ini adalah suatu asrama untuk para siswa yang belajar Al-Quran atau hanyalah suatu madrasah al Quran saja atau dua-duanya, madrasah sekaligus asrama.

Pada masa Nabi Saw juga dikenal banyak kuttab. Al Kuttab adalah bentuk mufrad (tunggal), bentuk jamaknya Katatib, artinya tempat belajar. Biasanya kuttab ini digunakan khusus untuk belajar anak-anak seperti Taman Kanan Kanak atau TPQ di zaman sekarang.

Sebagaimana pengakuan Abdullah bin Mas’ud bahwa ia bersama Zaid bin Tsabit belajar sebanyak tujuh puluh surah Al-Quran di Kuttab langsung dari Nabi Saw pada saat itu, Zaid bin Tsabit rambutnya masih berjambul. Dan anak yang berjambul rambutnya adalah anak yang masih kecil.

Pada masa awal Islam di Madinah, sudah terdapat sembilan buah masjid termasuk masjid Nabawi. Masjid-masjid itu selain untuk shalat, umumnya juga dipakai untuk tempat belajar.

Selain tempat-tempat di atas, rumah-rumah para Sahabat Nabi Saw juga dipakai sebagai tempat kegiatan belajar mengajar. Ketika Nabi Saw kedatangan tamu dari sekitar Madinah, mereka ditempatkan di rumah para Sahabat. Disamping menginap, mereka juga belajar Al-Quran dan Sunnah Nabi Saw dari para pemilik rumah itu.

Sepertihalnya ketika Nabi Saw menerima tamu rombongan dari Abdul Qais, mereka tinggal di Madinah selama sepuluh hari. Abdullah al Asyajj yang menjadi ketua rombongan menginap di rumah Ramlah binti Haris, selama menginap ia sering bertanya kepada Nabi Saw tentang ayat Al-Quran maupun tentang hukum-hukum Islam. Sementara tamu lainnya yang menginap di rumah-rumah sahabat Anshar juga belajar dari para shahabat setiap malam. Begitu pula ketika rombongan tamu dari kabilah Ghamid mendatangi Nabi Saw, mereka juga belajar Al-Quran di rumah Ubay bin Kaab.

Itulah di antara beberapa tempat yang dipakai sebagai pusat-pusat pendidikan atau kegiatan belajar mengajar pada masa Nabi Saw. Namun, Nabi Saw tidak membatasi kegiatan pembelajaran para sahabatnya hanya di tempat-tempat tersebut. Karena di tengah perjalanan pun Nabi Saw juga mempersilakan para sahabatnya untuk menanyakan seputar masalah agama kepadanya. Pada suatu kesempatan pun Nabi Saw biasanya duduk di suatu tempat seraya menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada para sahabatnya yang mengitari Beliau Saw.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *