Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 03 December 2023

Cara Terbaik Ibnu Sina Menghadapi Orang Bodoh


islamindonesia.id – Pada tahun 980 sampai 1037 hiduplah seorang ilmuwan Muslim bernama Ibnu Sina. Dia adalah seorang filsuf, penulis, ahli obat dan pengobatan, juga ilmuwan yang cukup andal. Adapun karyanya yang tersohor adalah Al-Qanun fi At-Tibb tentang ilmu obat dan pengobatan.

Dikisahkan, pada suatu hari Ibnu Sina melakukan perjalanan dengan kuda kesayangannya. Sampai di suatu tempat yang dianggap nyaman, ia berhenti beristirahat. Kudanya dia ikat di tempat yang sedikit teduh, dan diberinya makanan jerami dicampur rumput pilihan.

Ibnu Sina tahu binatang itu tidak boleh dimusuhi bahkan disiksa. Harus disayang karena telah banyak berjasa membantu manusia.

Ibnu Sina duduk di tempat lebih teduh tak jauh dari kudanya, sambil menikmati bekal yang dibawanya.

Tiba-tiba datang seseorang yang menunggang keledai. Orang itu pun turun dan mengikat keledainya berdekatan dengan kuda milik Ibnu Sina. Hal itu dia lakukan dengan maksud supaya keledainya bisa ikut memakan jerami dan rumput pilihan.

Kemudian orang itu pun duduk dekat dengan Ibnu Sina berada.

Ketika ia duduk dan ikut makan, Ibnu Sina mengingatkan, “Jauhkan keledaimu dari kudaku supaya tidak ditendang kudaku.”

Seolah tak peduli peringatan yang disampaikan Ibnu Sina, orang yang diajak bicara itu malah tersenyum meremehkan, sambil menoleh ke arah kuda dan keledainya berada.

Tak lama kemudian, “Plakk!” Si keledai benar-benar ditendang oleh kuda milik Ibnu Sina hingga mengalami luka cedera.

Pemilik keledai itu pun mendadak marah-marah kepada Ibnu Sina dan meminta tanggung jawabnya. Namun Ibnu Sina hanya diam saja.

Sampai kemudian si pemilik keledai mendatangi hakim dan meminta agar Ibnu Sina membayar ganti rugi atas luka cedera keledai miliknya.

Saat ditanya oleh hakim pun Ibnu Sina tetap diam. Hakim kemudian bertanya kepada orang yang mengadu, “Apakah ia bisu?”

Orang itu menjawab: “Tidak, tadi ia bicara padaku.”

Hakim bertanya lagi, “Apa yang ia katakan?”

Orang itu kembali menjawab, “Jauhkan keledaimu dari kudaku supaya tidak ditendang kudaku.”

Setelah mendengar jawaban itu, sang hakim tersenyum dan berkata kepada Ibnu Sina, “Anda ternyata pintar. Cukup dengan diam, dan dengan segera kebenaran terungkap.”

Sambil tersenyum Ibnu Sina berkata kepada hakim, “Tidak ada cara lain untuk menghadapi orang bodoh selain dengan diam.”

EH/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *