Satu Islam Untuk Semua

Friday, 09 June 2017

KAJIAN – Ramadan; Bulan Pendekatan Diri Pada Tuhan


Ramadan-Kareem-Wallpaper

islamindonesia.id – KAJIAN – Ramadan; Bulan Pendekatan Diri Pada Tuhan

 

Ketika Allah SWT membentangkan banyak jalan kebajikan bagi manusia, Dia hamparkan seluruh kebaikan di dalam kehidupan mereka dan jalan tersebut tidak dibatasi oleh ruang tertentu. Seluruh ruang di bumi yang membentang luas dipersembahkan kepada manusia untuk mencapai yang dikehendakinya. Jalan-jalan kebajikan itu juga meliputi waktu. Setiap waktu, hari dan bulan terbuka lebar bagi manusia, sehingga seluruh aktivitasnya seutuhnya berada di pangkuan kebenaran. Relung-relung waktu diisi oleh perbuatan dan ucapan, sehingga gerak waktu sepenuhnya berada dalam tanggung jawabnya yang merupakan jalan menuju Allah. Begitu juga ketika manusia beraktivitas di satu tempat, aktivitas itu juga jalannya menuju Allah.

Bulan suci Ramadan merupakan jalan Allah yang disediakan untuk manusia memulai perjalanan dengan suasana bulan suci menuju ke hadirat-Nya. Allah telah mensyariatkan ajaran-Nya dibulan tersebut. Allah telah memberikan kemuliaan kepada manusia untuk memasukinya, agar mereka hidup dengan kesadaran spiritual yang utuh, dengan menjadikan waktu di dalamnya sebagai suasana Ilahiah agar merengkuh ketinggian makna ketuhanan, rahmat, kesehatan, kasih dan rida-Nya. Bahkan, semua hamba Allah memiliki kesempatan untuk meraih sesuatu yang lebih dari semua itu.

Hal ini bukan berarti waktu-waktu dibulan-bulan lain tidak dinaungi suasana Ilahiah. Semua waktu adalah ciptaan Allah, kesempatan yang terbuka bagi semua kehidupan dan semua manusia, agar dihari-hari tersebut mereka dapat raih rida-Nya melalui aktivitas dan ketaatan yang mendekatkannya kepada Allah Swt. Sebuah tanggung jawab tidak terbatas pada waktu tertentu. Di setiap waktu dan seluruh lini kehidupan, di dalamnya terkandung tugas keagamaan bagi manusia untuk dipertanggungjawabkan kepada Allah.

Namun, adanya perlakuan khusus (di bulan Ramadan) adalah karena Allah membuka lebar rahmat-Nya yang tidak diciptakan diwaktu selainnya bagi sang hamba. Inilah yang diungkapkan Rasulullah Muhammad Saw melalui khotbah beliau ketika menyambut bulan suci Ramadan dan di hari Jumat terakhir bulan Sya’ban. Rasulullah Muhammad Saw bersabda: “Wahai segenap manusia! Telah menghampiri kalian bulan Allah yang penuh rahmat, berkah, dan ampunan. Bulan yang menurut Allah adalah bulan yang paling afdal. Harinya adalah sebaik-baik hari. Malamnya adalah sebaik-baiknya malam. Waktunya adalah sebaik-baiknya waktu. Kalian telah dipanggil menjadi tamu Allah. Di bulan itu kalian termasuk orang-orang yang dimuliakan Allah. Napas-napas kalian di bulan itu adalah tasbih. Tidur kalian di bulan itu adalah ibadah. Amal kalian diterima serta doa kalian diijabah: karena itu, mohonlah kepada Allah dengan iat yang tulus dan hati yang bersih, agar Allah memberikan taufik kepada kalian untuk dapat melakukan puasa dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang di bulan agung ini tidak mendapat ampunan Allah.”

Kita merasakan bahwa Allah memanjakan manusia dengan rahmat, berkah dan ampunan-Nya di bulan ini melalui kalimat-kalimat Rasulullah tersebut. Tidur seseorang dibulan Ramadan menjadi ibadah, napas-napasnya menjadi tasbih, amalnya diterima, dan doanya mustajab. Inilah sesuatu yang Allah tidak berikan dibulan-bulan lainnya.

Sesungguhnya sangat terasa sentuhan spiritual ketika berada dalam suasana bulan suci Ramadan. Saat manusia memasukinya, ia adalah tamu terhormat yang jamuannya adalah rahmat, berkah, dan ampunan, dalam suasana yang penuh kasih. Ketika manusia merasa hidup dalam suasana kemanusiaanya, ia beranjak menuju roh Allah. Kemudian, ia memperoleh kemuliaan yang menjalinkan hubungannya dengan Allah, karenanya ia tenggelam dalam luasnya cinta Allah. Di dalam rohnya terasa nikmatnya penghambaan nan indah yang merupakan titik tertinggi khusyuk sebuah ibadah.

 

MHF/YS/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *