Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 13 August 2015

KISAH – Sebaik-baik Lelaki


Vector_illustration_of_Happy_family_Fapp_30

Seorang pengantin perempuan yang baru saja meninggalkan orang-orang tercintanya dan menjadi penghuni baru di rumah suaminya, pantas mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyesuaikan diri.
Diriwayatkan dari Rasulullah saw tentang beberapa orang yang bertanya tentang hak-hak seorang istri atas suaminya. Beliau menjawab, “Suaminya harus memaafkan kesalahan-kesalahannya yang kecil dan jika istrinya melakukan kesalahan besar maka dia harus mengampuninya.”

Suatu hari Rasulullah, mengunjungi rumah Sayidina Ali dan Fatimah. Beliau melihat Ali sedang mengayak kacang-kacangan dan Fatimah sedang sibuk memasak. Ketika memerhatikan hal ini Rasulullah saw berkata, “Wahai Ali! Aku tidak berbicara kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Siapa saja yang membantu istrinya dalam urusan-urusan rumah tangga, maka dia memperoleh ganjaran satu tahun ibadah yang sama dengan jumlah rambut di tubuhnya. Satu tahun ibadah ini adalah seolah-olah dia telah berpuasa pada waktu siang harinya dan melakukan shalat pada waktu malamnya. Allah akan mengganjarnya sama dengan ganjaran semua orang yang bersabar, Nabi Daud as dan Nabi Isa as.”

Ketika Saad bin Mu’adz, sahabat besar Rasulullah saw, wafat, beliau saw ikut serta dalam prosesi pemakaman dan dan terlihat memberikan penghormatan dengan memikul usungan jenazahnya. Kemudian beliau membaringkannya di dalam kubur dan menguburkannya dengan tangan beliau sendiri. Ketika melihat semangat Rasulullah saw, ibu Saad berteriak, “Selamat wahai anakku! Engkau mendapatkan surga.” Ketika mendengar ini, Rasulullah saw menjawabnya, “Tunggu, jangan tergesa-gesa dalam urusan-urusan Allah. Anakmu dalam kesakitan dan penderitaan besar pada saat sekarat.” Ketika orang banyak bertanya tentang ungkapan itu, beliau saw menjawab, “Dia berperilaku sangat buruk terhadap anggota-anggota keluarganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *