Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 23 November 2023

Khianat, Akhlak Paling Tercela dan Penyebab Kemalangan Hidup Dunia-Akhirat


islamindonesia.id – Di antara perbuatan buruk yang dapat menyebabkan pelakunya ditimpa kemalangan, baik di dunia maupun di akhirat, adalah khianat.

Pada saat ini masyarakat Indonesia sedang menyaksikan bagaimana orang-orang yang berkhianat  seperti koruptor, manipulator (dsb)  dengan jabatan yang telah diamanahkan rakyat kepadanya dinodai oleh suatu perbuatan khianat terhadap tugas-tugasnya dan kekuasaan yang dipegangnya. Para pemegang amanah itu tidak menjalankan amanat sebaik-baiknya tetapi tragisnya di lain pihak mereka terus berusaha mempertahankan amanat yang diberikan kepadanya dengan berbagai cara. Walhasil ketika perbuatan khianat itu terbuka hijabnya yang selama ini tertutupi, maka tidak saja dirinya yang hancur karena malu, hilang martabat dan hartanya, hancur pula perasaan keluarga dan orang-orang di sekelilingnya.

Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”  (QS.Al Anfaal:27)

Al Wahidi – semoga Allah merahmatinya – mengatakan bahwa ayat ini diturunkan kepada Abu Lubabah ketika Rasulullah s.a.w mengutusnya ke Bani Quraizhah, saat mereka dikepung. Sedangkan keluarga dan anaknya ada di dalamnya.

Kemudian mereka berkata kepada Abu Lubabah: “Wahai Abu Lubabah, apa pendapatnmu jika kita memakai keputusan Sa’ad demi kepentingan kita?“ Abu Lubabah mengisyaratkan tangan ke lehernya, maksudnya ia akan disembelih, maka jangan kalian melakukan hal tersebut. Perbuatan itu adalah khianat kepada Allah dan Rasul-Nya. Abu Lubabah berkata: “Kakiku masih tetap berada pada tempat itu, sampai aku sendiri menyadari bahwa aku telah khianat kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Allah tidak meridhai tipu daya orang yang berkhianat.” (QS Yusuf:52)

Maksudnya, Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang khianat atas amanat yang dibebankan kepadanya. Ini berarti bahwa Allah akan membeberkan aibnya pada akhir nanti dengan dijauhkannya hidayah dari Allah.

Allah berfirman: “Akan tetapi jika (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak berkhianat kepadamu, maka sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.” (QS.Al Anfaal:71)

Meskipun para tawanan itu hendak mengkhianatimu, wahai Muhammad dengan menampakkan seakan-akan baik dalam perkataannya dan mereka beriman, tetapi sebenarnya mereka telah mengkhianati Allah, sebelum terjadi peperangan ini yaitu perang Badar.

Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman , janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al Anfaal:27)

Maksudnya, janganlah kalian mengkhianati agama kalian dan Rasul kalian dengan membocorkan rahasia-rahasia kaum Mukminin. Dan mengkhianati apa yang telah diamanatkan kepada kalian berupa taklif-taklif syar’i, kewajiban-kewajiban agama, sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat  zalim dan bodoh.” (QS. Al Azhaab:72)

Ibnu Abbas berkata: ”Khianat kepada Allah itu berupa perbuatan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan-Nya, dan khianat kepada Rasulullah s.a.w berupa perbuatan meninggalkan sunah-sunah yang telah beliau gariskan dan melakukan maksiat terhadapnya. Begitu juga khianat terhadap amanat, yaitu amal-amal yang telah Allah percayakan kepada hamba-hamba-Nya.”

Allah berfirman: “Dan jika kamu khawatir terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.” (QS. Al Anfaal:58)

Makna yang dimaksud adalah: jika kalian khawatir terhadap suatu kaum akan berbuat khianat, maka cabutlah perjanjian yang telah engkau sepakati dan katakanlah kepada mereka bahwa kami telah mencabut perjanjian dengan kalian, sekarang kami memerangi kalian. Agar mereka tahu pentingnya hal tersebut sehingga mereka akan sama-sama menyadari keutamaan bersamamu dengan ilmunya itu. Janganlah kalian memerangi mereka sedangkan di antara kalian dan mereka ada perjanjian, dan mereka menaruh kepercayaan kepada kalian, hingga perbuatan ini dianggap sebagai tindak pengkhianatan dan mengingkari janji. “Innallaha laa yuhibbul khaainin”, ungkapan ini sebagai alasan diperintahkannya membatalkan perjanjian, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat khianat dan tidak dapat dipercaya.

Allah berfirman: “….dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah) karena membela orang-orang yang khianat.” (QS. An Nisaa:105)

“Dan janganlah kamu berdebat untuk membela orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.” (QS. An Nisaa:107)

Maksudnya janganlah kalian berdebat untuk membela orang yang mengkhianati dirinya dengan melakukan maksiat. Bahwa Alah tidak menyukai orang yang sangat suka berkhianat, tenggelam dalam jurang kemaksiatan dan dosa.

Rasulullah s.a.w bersabda: “Tidak ada iman bagi orang yang tidak dapat diamanati. Tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati perjanjian.” (HR. Ahmad, Al Bazzaar, Ath Tharani dan Ibnu Hibban)

Khianat akibatnya akan jelek dalam segala hal. Bahkan dalam suatu kondisi akan lebih jelek dari yang lainnya. Orang yang berkhianat dalam suatu hutan, tidak sama dengan orang yang berkhianat terhadap sanak saudara, harta dan melakukan pebuatan-perbuatan dosa besar.

Rasulullah s.a.w bersabda: ”Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; jika ia berbicara akan berdusta, jika berjanji ia mengingkari dan jika dipercaya, ia akan berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasullah s.a.w bersada: “Allah berfirman, ‘Aku menjadi pihak yang ketiga dari dua orang yang bersepakat, selama tidak ada salah satunya yang khianat’.”

Rasulullah s.a.w juga bersabda: “Jauhkanlah kalian dari khianat, karena ia adalah akhlak yang paling tercela.” (HR. Abu Dawud, An Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Rasulullah s.a.w bersabda: ”Beginilah ahli neraka.” Beliau menyebutkan seeorang yang tidak diragukan sifat tamaknya dan jika ia diamanati maka pasti akan khianat.

EH/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *