Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 20 May 2018

Empat Jenis Penebusan atas Batalnya Berpuasa Menurut Imam Ghazali


Tujuh Wirid Utama Imam Ghazali dalam Sepekan

islamindonesia.id – Empat Jenis Penebusan atas Batalnya Berpuasa Menurut Imam Ghazali

 

Abu Hamid Muhammad al-Ghazali, atau lebih terkenal dengan nama Al-Ghazali atau Imam Ghazali, dalam bukunya yang berjudul Ihya’ ‘Ulum al-Din (Kebangkitan Ilmu Agama), mengatakan bahwa ada empat jenis penebusan yang wajib dilakukan jika seseorang membatalkan puasa, yaitu:

1. Mengganti puasa. Adalah wajib bagi setiap Muslim di manapun untuk tetap berpuasa pada hari-hari lain atas batalnya puasa di bulan Ramadhan. Seorang wanita yang sedang menstruasi harus tetap berpuasa pada hari-hari lain. Orang tidak perlu meng-Qada puasa secara berturut-turut.

2. Kaffarah atau Penebusan tidak wajib kecuali dalam hal hubungan seksual. Apabila melakukannya, seseorang harus membebaskan seorang budak atau puasa selama dua bulan berturut-turut, dan apabila itu gagal, maka gantinya adalah memberi makan enam puluh orang miskin dengan satu kali makan.

3. Imsak atau menahan diri dari minum, makan, dan hubungan seksual. Jika seseorang membatalkan puasa secara sembarangan tanpa alasan, maka wajib baginya untuk tidak makan, minum, dan melakukan hubungan seksual untuk sisa hari itu.

4. Fidyah atau Penebusan: jika seorang wanita hamil atau menyusui tidak berpuasa karena khawatir anaknya, wajib baginya untuk memberikan kompensasi dengan memberikan satu mud makanan (seukuran telapak tangan yang ditengadahkan ketika berdoa) kepada orang miskin, dan sebagai tambahan, dia juga tetap harus meng-Qada puasanya. Jika seorang lelaki lanjut usia tidak dapat berpuasa, dia dapat mengganti setiap puasanya dengan memberikan hasil panen sebanyak satu mud untuk setiap harinya.

 

PH/IslamIndonesia/Sumber: Abu Hamid Muhammad al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum al-Din Vol.1, (Karachi: Darul-Ishaat, 1993), hlm 182-183.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *