Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 30 November 2023

Apakah Israel Sama dengan Bani Israil yang Banyak Disebut dalam Al-Qur’an?


islamindonesia.id – Bani Israil adalah salah satu nama yang sering disinggung di dalam Al-Quranul Karim. Bani Israil juga dibahas dalam 3 agama Samawi, yakni Yahudi, Nasrani (Kristen), dan Islam.

Ada yang mengatakan Bani Israil adalah Yahudi, ada juga yang mengatakan bahwa Bani Israil itu adalah negara Israel, dan lain sebagainya. Lalu, mana sebenarnya pendapat yang benar?

Bani Israil Umat Nabi Siapa?

Bani Israil adalah kaum yang telah dikalahkan oleh banyak nabi. Allah SWT mengutus beberapa nabi untuk membimbing Bani Israil. Selain Nabi Ya’qub, Nabi Yusuf, dan Nabi Musa, nabi-nabi lainnya juga diutus kepada Bani Israil, seperti Nabi Harun, Nabi Ilyas, Nabi Ilyasa, Nabi Yunus, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, hingga Nabi Isa. Sejak Nabi Ya’qub, sudah ada 12 nabi yang diutus Allah kepada Bani Israil.

Israil sendiri merupakan nama lain dari Nabi Ya’qub. Dia adalah putra Nabi Ishaq. Ishaq merupakan anak kedua Nabi Ibrahim yang dijuluki “Bapak para nabi”.

Dari garis keturunan inilah muncul Bani Israil atau keturunan Ya’qub. Nabi Ya’qub mempunyai banyak anak, termasuk Yusuf.

Siapakah Bani Israil dalam Alquran?

Dari sejarah Nabi Yusuf a.s, kisah dari kisah Bani Israil ini tidak bisa dilepaskan. Sebab, Bani Israil ini sangat lama tinggal di Mesir yaitu di bawah kepemimpinan Fir’aun.

Setelah datang izin Tuhan kepadanya supaya ia membimbing umat di tengah-tengah kekuasaan Fir’aun yang berkata kepada rakyatnya, “Akulah Tuhanmu yang Mahatinggi”, Musa pun akhirnya berhadapan dengan Fir’aun sendiri beserta tukang-tukang sihirnya.

Melihat kondisi dan ancaman terhadap diri dan kaumnya, Nabi Musa a.s bersama orang-orang Israil yang lain pindah menuju negeri Palestina.

Tidak hanya memperbudak Bani Israil, Fir’aun juga membunuh semua bayi laki-laki Bani Israil, karena adanya ramalan bahwa bayi laki-laki Bani Israil akan meruntuhkan kekuasaan Fir’aun.

Meskipun berkali-kali mendapat nikmat dan perlindungan Allah SWT melalui Nabi Musa, namun Bani Israil tidak pernah merasa bersyukur, bahkan terus melakukan pembangkangan terhadap Allah dan Nabi Musa.

Pembangkangan Bani Israil selanjutnya ialah ketika Nabi Musa mengajak kaumnya untuk berangkat menuju “tanah yang dijanjikan” Allah kepada mereka, yaitu Kota Yerusalem (sekarang menjadi rebutan antara Palestina dan Israel yang konfliknya meluas karena Israel memperluas wilayah-wilayah dudukannya secara ilegal di negeri Palestina).

Yerusalem kelak menjadi tempat suci, rumah bagi tiga agama besar di dunia: Yahudi, Nasrani, dan Islam. Nabi Musa a.s memerintahkan mereka untuk menuju ke tanah tersebut secara terang-terangan, karena Allah SWT telah menjanjikan kemenangan bagi mereka.

Namun, mereka menolak dan malah meminta agar Nabi Musa dan Allah saja yang berangkat ke kota tersebut, karena mereka takut terhadap raja kejam yang sedang berkuasa di Yerusalem.

Atas pembangkangan yang berulang kali itu, kemarahan Nabi Musa tidak lagi terbendung. Allah SWT akhirnya memberikan ketetapan, bahwa selama 40 tahun tanah tersebut haram bagi Bani Israil.

Selama 40 tahun mereka akan tersesat dan berputar-putar di gurun. Perjalanan mereka tak akan membuat mereka sampai ke tanah yang dijanjikan tersebut, sampai masa waktu yang ditentukan tadi usai.

Atas ketetapan tersebut, selama 40 tahun Bani Israil selalu berjalan berputar-putar di gurun tanpa pernah sampai di tanah yang dijanjikan. Sampai akhir hayatnya, Nabi Musa pun tidak pernah sampai di tanah yang dijanjikan tersebut.

Bani Israil mencapai Yerusalem setelah masa hukuman dari Allah habis. Di tempat itu mereka kembali membentuk koloni-koloni baru dan mulai menguasai Yerusalem.

Kesimpulannya, Bani Israil adalah keturunan dari Nabi Ya’qub a.s. Siapa saja yang merupakan keturunan Nabi Ya’qub a.s, maka dia adalah Bani Israil. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak para nabi yang diutus kepada Bani Israil. Bani Israil jugalah yang telah membunuh para Nabi.

Bani Israil juga bisa disebut Yahudi dan sekarang mengembangkan sebuah negara yang kita kenal dengan nama Israel. Namun, saat ini tidak semua Yahudi itu keturunan Nabi Ya’qub a.s, karena jika seseorang berpindah agama, maka bisa saja dia bukanlah keturunan dari Ya’qub a.s.

Hal ini juga semakin memperjelas bahwa Nabi Ibrahim a.s bukanlah seorang Yahudi. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa beliau memiliki 2 anak, yaitu Ismail a.s (dari Siti Hajar) dan Ishaq a.s (dari Siti Sarah). Dari Nabi Ismail lahirlah nabi kita tercinta, yakni Nabi Muhammad s.a.w.

Sedangkan dari Nabi Ishaq lahirlah banyak nabi-nabi seperti Yusuf a.s, Musa a.s dan juga Isa a.s. Jadi pusatnya adalah Nabi Ibrahim a.s, sehingga Nabi Ibrahim a.s juga disebut sebagai “Abul Anbiyaa’” yang berarti ‘Bapak para nabi’ karena dari beliaulah banyak sekali para nabi yang lahir.

Dijelaskan juga dalam Alquran, “Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan, dari (azab) Fir’aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S. Ad-Dukhaan:30-31)

“Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: ‘Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)’. Musa menjawab: ‘Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)’.” (Q.S. Al-A’raaf:138)

EH/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *