Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 29 November 2023

Adab Bertetangga dalam Islam


islamindonesia.id – “Tetangga adalah saudara terdekat.” Itulah salah satu ungkapan yang mungkin sudah biasa kita dengar.

Ungkapan ini bisa dibilang benar, karena tetangga merupakan orang yang tinggalnya bersebelahan dengan kita dan seringkali menjadi pihak yang pertama kali membantu jika kita tengah ditimpa masalah.

Apalagi kita sebagai manusia, yang merupakan makhluk sosial, sudah pasti akan berinteraksi dan membaur dengan orang lain, termasuk tetangga. Karena itulah maka kita perlu menjalin hubungan yang baik dengan tetangga.

Untuk membangun kerukunan dan persatuan di antara tetangga, diperlukan akhlak dan perilaku yang sesuai. Berkenaan dengan hal ini, agama Islam pun telah mengajarkan adab bertetangga yang bisa diterapkan oleh setiap Muslim.

Allah SWT bahkan dalam Surah An-Nisa ayat 36 memerintahkan kepada hamba-Nya untuk selalu berbuat baik kepada tetangga.

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.”

Begitu pula dengan Rasulullah dalam sabdanya:

ما زالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بالجارِ حتَّى ظَنَنْتُ أنَّه سَيُوَرِّثُهُ

“Malaikat Jibril tidak henti-hentinya berpesan kepadaku mengenai tetangga, sampai-sampai aku menyangka tetangga akan dijadikan ahli waris.” (HR. Abu Dawud)

Dalam sabda Nabi s.a.w yang lain juga dikatakan, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah dia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam kitab Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabar Al-Jazairi, ada beberapa adab bertetangga yang bisa diteladani.

Apa saja adab-adab yang dimaksud? Berikut beberapa di antaranya.

Tidak Menyakiti Tetangga

Menyakiti di sini bisa dengan ucapan atau perbuatan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:

مَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فلا يُؤْذِ جارَهُ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, janganlah menyakiti tetangganya.” (HR Bukhari & Muslim)

Rasul dalam sabdanya yang lain juga mengatakan: “Demi Allah, tidaklah beriman. Demi Allah, tidaklah beriman.” Lantas beliau ditanya oleh sahabat, “Siapakah ia, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari perbuatan jahatnya.” (HR Bukhari & Muslim)

Memperlakukan Tetangga dengan Sebaik-baiknya

Hal ini sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah dalam Surah An-Nisa ayat 36 untuk berbuat baik kepada tetangga.

Bentuk perbuatannya bisa dengan tolong menolong ketika dibutuhkan, tidak mengusiknya, juga memaafkan kekeliruan yang diperbuat, atau perilaku lain yang terpuji.

Berbagi dan Tidak Meremehkan Pemberian

Dalam sabdanya, Rasulullah mengingatkan wanita Muslimah di zamannya untuk tidak menyepelekan pemberian tetangga walau hanya berupa kaki kambing.

يا نِساءَ المُسْلِماتِ، لا تَحْقِرَنَّ جارَةٌ لِجارَتِها، ولو فِرْسِنَ شاةٍ

“Wahai para istri kaum Muslimin, jangan sampai seorang tetangga meremehkan (pemberian) tetangganya, meski hanya berupa kaki kambing.” (HR Bukhari & Muslim)

Rasulullah juga mengajarkan untuk berbagi dengan tetangga, jika memiliki rezeki yang lebih. Sabda Nabi s.a.w kepada Abu Dzarr, “Wahai Abu Dzarr, apabila engkau memasak maraqah (sayur) maka perbanyaklah kuahnya dan bagikanlah kepada tetangga-tetanggamu.” (HR Muslim & Ad-Darimi)

Menghormati dan Menghargai tetangga

Apabila hendak menjual atau menyewakan bangunan yang menempel dengan rumah tetangga, hendaknya untuk menawarkan dan berkonsultasi kepada tetangga terlebih dahulu.

Berdasarkan hadis Rasulullah, “Barangsiapa memiliki tetangga yang temboknya menempel dengan rumahnya atau yang satu rumah dengannya (memilikinya secara bersama), janganlah menjual rumah itu sebelum menawarkan kepadanya terlebih dahulu.” (HR Al-Hakim)

Itulah di antara adab yang diajarkan Islam kepada kaum Muslimin agar mereka selalu memperlakukan tetangganya dengan cara yang baik dan benar.

EH/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *