Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 26 November 2023

Waspada, Jangan Sampai Jadi Korban Adu Domba


islamindonesia.id – Beberapa waktu lalu, beredar massif di dunia maya cuplikan video yang menunjukkan telah terjadinya aksi kekerasan dalam peristiwa bentrok antardemonstran dari dua kelompok berbeda, tepatnya di daerah Bitung, Sulawesi Utara. Pemberitaan sejumlah media menyebutkan bahwa peristiwa bentrok tersebut terjadi antara massa aksi bela Palestina dan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di kota setempat. Pada awalnya, pihak kepolisian sempat memperketat pengamanan hingga menetapkan status siaga satu. Namun saat ini, Wali Kota Bitung memastikan situasi di wilayahnya pascabentrok ormas sudah dalam situasi kondusif, dan meminta masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif, serta tidak terprovokasi oleh aksi adu domba oleh oknum-oknum yang menginginkan perpecahan di tengah masyarakat.

Permintaan Wali Kota Bitung dapat dipahami, karena dampak adu domba memang sangat berbahaya. Di antaranya adalah munculnya sikap permusuhan serta rusaknya tatanan ukhuwah maupun persatuan. Bahkan lebih parah lagi bisa sampai berujung pada aksi pembunuhan atau penghilangan nyawa seseorang.

Adu domba dalam bahasa agama adalah namimah. Agama kita sangat mencela perbuatan yang mengarah kepada adu domba. “Namimah” ini biasanya dimaknai sebagai ‘menyampaikan sesuatu yang kemudian menjadikan tidak senang baik pihak yang diceritakan maupun pihak yang mendengar.

Dalam konteks sekarang, namimah ini banyak modelnya. Bukan hanya secara langsung melalui lisan, namun juga bisa melalui jalur media sosial. Bisa juga melalui tulisan-tulisan ataupun poster yang provokatif. Akibatnya, pihak yang menyaksikan, mendengar atau yang membaca akan merasa panas hati, mucul kebencian, dan akhirnya jika emosi tidak terkawal akan ada aksi berupa perbuatan kriminal atau melawan hukum, seperti pembunuhan, pengrusakan, maupun persekusi atau permusuhan dan perkelahian antarkelompok.

Seringkali tindakan namimah ini dilakukan dengan banyak tujuan, yaitu selain mengadu domba juga ingin mengejar rating tinggi di YouTube untuk mendapatkan banyak penonton sehingga akan mendapatkan banyak uang. Tentu cara-cara seperti ini tidak dibenarkan dalam agama. Agama bahkan mengutuk keras perbuatan seperti ini.

Dalil Larangan dan Ancaman Namimah

Orang yang melakukan namimah tidak akan masuk surga, sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak masuk surga bagi pelaku namimah.”

Orang yang melakukan namimah mendapat siksaan dalam kubur, sebagaiamana hadis yang diirwayatkan oleh Imam Bukhari:

مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ أَخَذَ جَرِيدَةً رَطْبَةً فَشَقَّهَا نِصْفَيْنِ فَغَرَزَ فِي كُلِّ قَبْرٍ وَاحِدَةً قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لِمَ فَعَلْتَ هَذَا قَالَ لَعَلَّهُ يُخَفِّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا

“Nabi s.a.w melewati dua kuburan, lalu Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya keduanya ini disiksa, dan tidaklah keduanya disiksa dalam perkara yang berat (untuk ditinggalkan). Yang pertama, dia dahulu tidak menutupi dari buang air kecil. Adapun yang lain, dia dahulu berjalan melakukan namimah’.” Kemudian Beliau s.a.w mengambil sebuah pelepah kurma yang basah, lalu membaginya menjadi dua, kemudian Beliau menancapkan satu pelepah pada setiap kubur itu. Para Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa Anda melakukannya?”. Beliau s.a.w menjawab: “Semoga Allâh meringankan siksa keduanya selama (pelepah kurma ini) belum kering.

Selain itu, pelaku namimah juga dicela oleh Allah SWT dan dilarang untuk diikuti.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al Qalam ayat 10 dan 11:

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,

هَمَّازٍ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍ

Yang banyak mencela, yan berjalan kian ke mari untuk berbuat namimah.”

Ikhtiar Menghindari Pengaruh Namimah

Dampak negatif namimah sangat besar karena memunculkan permusuhan. Oleh karena kita harus menghindari pengaruh namimah ini.

Lalu apa saja ikhtiar yang bisa dilakukan agar kita tidak menjadi korban namimah?

Beberapa ikhtiar yang bisa kita lakukan di antaranya adalah:

  • Cerdas dalam menyikapi informasi yang sampai kepada kita
  • Jika kita menerima informasi, baik itu yang tingkatannya perorangan maupun dalam lingkup lebih besar, maka kita harus bijak dalam menyikapi informasi yang datang. Informasi yang datang jangan ditelan mentah-mentah, tapi harus kita cerna dan telaah dengan baik. Tidak perlu emosi dalam merespons. Namun tetap tenang dengan hati yang lapang dan jernih pikiran. Janganlah kita menjadi pribadi yang mudah diadu domba
  • Segera kita ingatkan kepada yang berbuat namimah
  • Ketika kita mendapati ada yang menyampaikan berita berupa namimah, hendaknya kita segera menasihatinya dengan baik. Kita sampaikan secara asertif bahwa potensi dampak yang diakibatkan dari berita yang disampaikan akan memunculkan permusuhan. Keberanian ini harus ada dalam diri kita. Karena keengganan akibat rasa sungkan kita dalam memberikan peringatan akan berdampak kepada kerusakan yang lebih luas.

Akhirnya, semoga Allah SWT jauhkan kita dari sifat namimah ini dan menjadikan kita umat yang tidak mudah diadu domba.

EH/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *