Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 24 October 2023

Nasihat Buya Hamka dan Imam Ghazali tentang Sombong dan Gila Hormat


islamindonesia.id – Dalam diri manusia ada penyakit hati. Beberapa di antaranya adalah sombong, gila hormat, suka pujian, merasa dirinya lebih hebat, cenderung tak mau dikritik serta tidak suka mendengar nasihat atau pendapat orang lain.

Buya Hamka, dalam buku Tasauf Modern, mengatakan bahwa gila hormat itu tidak boleh, tetapi menjadi orang yang terhormat harus menjadi tujuan hidup. 

Tentu tidak ada yang ingin menjadi orang hina dina, dilecehkan, direndahkan, atau tidak dihargai di dunia ini. 

“Saya yakin semua orang ingin dihormati, tetapi jangan sampai minta hormat. Kalau minta hormat, itu gila hormat namanya,” kata Buya Hamka.

Kehormatan itu bukan karena banyak gelar, punya jabatan tinggi, kaya raya, tetapi kehormatan itu diperoleh karena akhlak yang terpuji, berhati mulia, jujur, tidak berbuat yang tercela.

Sombong yang paling berbahaya adalah sombong terhadap Allah SWT dan sombong terhadap Rasulullah. 

Mereka yang membangkang terhadap perintah dan larangan Allah dan ajaran Rasulullah. 

“Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Al Mukmin:60)

Rasulullah kepada sahabatnya bertanya: “Maukah kalian kuberi tahu siapa penghuni neraka?”

Para sahabat menjawab, “Ya.” 

Kemudian Rasulullah bersabda: “Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong.” (HR Bukhari dan Muslim)

Ada enam nasihat Imam Al Ghazali untuk menghindari kesombongan. 

Pertama, apabila berjumpa dengan anak-anak, anggaplah bahwa dia lebih mulia daripada kita karena mereka belum banyak melakukan dosa.

Kedua, apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah ia lebih mulia daripada kita karena dia sudah lama beribadah.

Ketiga, jika berjumpa dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena mereka telah mempelajari dan mengetahui banyak ilmu.

Keempat, jika melihat orang bodoh, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita karena mereka melakukan dosa dalam kebodohan, sedangkan kita melakukan dosa dalam keadaan mengetahui.

Kelima, apabila melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia karena mungkin suatu hari nanti dia akan bertobat atas kesalahannya.

Keenam, apabila bertemu dengan orang kafir, katakan di dalam hati bahwa mungkin suatu hari nanti mereka akan mendapatkan hidayah dan memeluk Islam sehingga segala dosa mereka akan diampuni oleh Allah.

Lewat enam nasihat tersebut, Imam Al Ghazali mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bersikap rendah hati dan tidak merasa diri lebih baik atau lebih hebat ketimbang orang lain. 

EH/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *