Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 12 May 2018

Munggahan: Tradisi Sambut Ramadan Khas Warga Betawi


Munggahan Tradisi Sambut Ramadan Khas Warga Betawi

islamindonesia.id – Munggahan: Tradisi Sambut Ramadan Khas Warga Betawi

 

Tak dapat dimungkiri bahwa umat Islam di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri di antara umat Islam lain di dunia. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya akulturasi budaya dengan nilai-nilai yang ada dalam ajaran agama, sehingga tak sedikit prosesi budaya yang bernuansa agama bermunculan di tengah kaum Muslimin di negeri kita namun tak dapat ditemukan di negara lain. Tak terkecuali berbagai tradisi yang dilakukan menjelang datangnya bulan Ramadan.

Di antara tradisi tersebut adalah tradisi Munggahan yang ada di tengah masyarakat Betawi. Dalam tradisi ini, biasanya seluruh anggota keluarga yang berada di luar kota akan berkumpul di tempat orang tua.

Munggahan dilakukan satu atau beberapa hari sebelum Ramadan. Ada yang menyebutnya dengan istilah “Malem Munggah”, saat keluarga, sanak saudara berkumpul atau ngeriung di rumah orang tua atau keluarga yang dituakan seperti Mamang (Paman), Ence (Bibi) atau Abang untuk menjalin keharmonisan hubungan keluarga.

Setidaknya itulah yang dilakukan warga kawasan Lebak Sari, Jagakarsa, Jakarta Selatan yang dalam rangka melestarikan budaya ini, turut aktif mengikuti tradisi Munggahan, Sabtu (12/5/18).

Dimulai dengan jalan bersama membawa makanan yang dipersiapkan dari rumah masing-masing, warga menggelar riungan dengan mengenakan pakaian khas Betawi.

Makna dari tradisi munggahan adalah untuk mempererat tali silaturahmi, introspeksi diri dari segala kesalahan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya saat memasuki bulan suci Ramadan. Segala kesalahan terutama kepada sahabat, teman dan keluarga dapat diampuni. Dengan upaya itu diharapkan pada akhirnya seseorang memasuki Bulan Ramadan dalam keadaan bersih hati dan bersih diri.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *