Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 30 June 2016

KHAS—Makna Tapa dan Puasa dalam Khazanah Tradisi Jawa


Makna Tapa dan Puasa dalam Khazanah Tradisi Jawa

IslamIndonesia.id—Makna Tapa dan Puasa dalam Khazanah Tradisi Jawa

 

Islam mengartikan puasa sebagai upaya sadar setiap umatnya dalam menjalankan perintah Allah berupa menahan diri dari makan-minum dan segala hal yang membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Artinya, selama kita bisa menahan diri dari semua larangan itu, maka puasa kita sudah dianggap sah secara syariat. Namun dari sisi nilai, kita pahami bahwa puasa dalam kacamata Islam bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum saja. Melainkan lebih tinggi dari itu justru demi meraih tujuan awalnya sebagaimana Allah perintahkan, yakni untuk meningkatkan nilai dan kadar ketakwaan setiap individu Muslim sebagai pelaku puasa.

Di sisi lain, dengan puasa juga diharapkan setiap Muslim mampu membentuk karakter dirinya agar lebih ikhlas dalam beramal salih, lebih lembut dalam bertutur dan berperangai, lebih rendah hati dalam bergaul, lebih mampu mengendalikan emosi dalam setiap kondisi, lebih kuat keyakinan imannya di tengah beragam cobaan, lebih jernih ketulusan jiwanya dalam mengabdi kepada Tuhan, dan hal-hal positif lainnya yang seyogianya tampak dan berwujud nyata dalam perilaku kesehariannya.

Lalu bagaimana halnya dengan tapa?

Tapa dalam pandangan manusia Jawa adalah sebentuk media olah batin untuk meningkatkan kualitas jiwa. Ia memiliki tahap dan tujuan yang hampir serupa dengan puasa. Bedanya, puasa merupakan perintah Allah yang bersifat transenden dan tergolong sebagai ibadah yang penunaian dan pahalanya menjadi rahasia antara pelaku dan Allah semata, sementara tapa merupakan upaya sungguh-sungguh manusia Jawa secara mandiri untuk meningkatkan kualitas insaniahnya ke tingkat tertinggi yang mungkin diraihnya.

Menilik kedekatan konsep dalam tataran vertikal dan horizontal dari hasil atau output yang diharapkan dari puasa dan tapa, yaitu terciptanya manusia unggul yang memiliki spirit pengabdian kepada Tuhan dan kepedulian yang tinggi kepada nasib sesama sebagai pengejawantahan nilai ketakwaan. Maka dapat kita pahami: mungkin inilah jawaban atas pertanyaan, mengapa nilai-nilai luhur Islam sejak awal dengan mudah dapat disisipkan dalam pola dakwah Wali Songo yang secara intens memberikan pencerahan di tengah masyarakat Jawa dan pada akhirnya apa yang mereka dakwahkan dengan mudah pula dapat diterima secara terbuka tanpa penolakan dan penentangan.

Terbukti, adanya puasa sebagaimana diperintahkan Islam bagi setiap Muslim, tidak serta-merta meniadakan ritual tapa yang sejak awal telah lebih dahulu dikenal manusia Jawa. Bahkan bagi sebagian Muslim Jawa, tapa masih dianggap sebagai salah satu metode jitu untuk menemukan nilai-nilai tersembunyi di kedalaman batin mereka. Hanya saja, tapa yang kemudian juga diistilahkan sebagai puasa itu masih ditambah–dalam artian di sempurnakan dan diisi pula dengan berbagai bacaan wirid yang sudah familiar di kalangan kaum Muslimin di negeri kita. Fakta inilah yang mungkin dapat disebut sebagai hasil dari perkawinan antara tradisi dan agama.

Tentu saja kearifan tingkat tinggi yang didasari semangat akulturasi budaya dalam berdakwah ini dapat kita sebut sebagai warisan berharga dari para penyebar utama Islam di Jawa yang kita kenal dengan Wali Songo.

Sebagai Muslim Indonesia pelanjut misi Wali Songo dalam memperkenalkan Islam rahmatan lil ‘alamin di Tanah Air, menjadi tugas kita sekarang untuk tetap menghidupkan dan menjaga nilai-nilai adiluhung dari beragam tradisi ini agar tetap beririsan dengan nilai-nilai universal agama.

Dengan demikian, alih-alih mematikan tradisi, yang lebih kita perlukan saat ini dan ke depan adalah upaya untuk tetap mampu meluruskan niat. Bahwa sesuai pandangan Islam, puasa sejatinya adalah wujud kepasrahan kita dalam mematuhi perintah agama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang dengan peningkatkan kualitas spiritual dan insaniah itu kita berharap dapat meraih predikat Muslim yang bertakwa.

 

EH/IslamIndonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *