Satu Islam Untuk Semua

Friday, 21 April 2017

Di Sumbar, Peninggalan Cagar Budaya Islam Lebih Banyak dari Zaman Prasejarah dan Kolonial


padekco-CEvXq

islamindonesia.id – Di Sumbar, Peninggalan Cagar Budaya Islam Lebih Banyak dari Zaman Prasejarah dan Kolonial

 

Setidaknya lebih dari 40 bangunan masjid dan surau yang tersebar di seluruh Sumateran Barat yang ditemukan sebagai peninggalan cagar budaya.  Data ini, bagi Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batusangkar Nurmatias, kembali mempertegas dominasi Islam dalam peninggalan cagar budaya di Sumbar.

“Setelah peninggalan zaman Islam selanjutnya baru disusul oleh peninggalan zaman prasejarah dan zaman Hindu-Budha,” kata Numatias seperti dilansir Antara 19/4, merujuk pada tingkatan dominasi peninggalannya.

Berdasarkan periodesasinya, peninggalan Islam mendominasi peninggalan cagar budaya di Sumatra Barat.

“Berdasarkan periodesasi peninggalan Islam mendominasi daripada peninggalan lainnya, seperti prasejarah dan peninggalan kolonial,” katanya.

Nurmatias menjelaskan apabila peninggalan-peninggalan tersebut dilihat berdasarkan penyebarannya, maka Tanah Datar merupakan daerah yang paling banyak memiliki cagar budaya.

“Setelah Tanah Datar baru disusul oleh Padang dan Bukittinggi, karena dua wilayah ini termasuk daerah penting pada zaman kolonial,” katanya.

Ia menambahkan, dari total 635 cagar budaya yang sudah terdaftar secara nasional, peninggalan tersebut didominasi oleh peninggalan Islam.

Menurutnya peninggalan tersebut ada dalam beberapa bentuk seperti bangunan berupa masjid dan surau serta peninggalan lain berupa naskah-naskah kuno.

Sementara naskah-naskah kuno merupakan salah satu peninggalan Islam yang masih dapat disaksikan saat ini. Peneliti naskah Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Ahmad Taufik menyebutkan, hingga saat ini jumlah naskah yang ditemukan secara keseluruhan lebih dari 500 buah berdasarkan temuan dari para peneliti maupun yang telah ada di Leiden, museum maupun BPCB.

“Naskah-naskah Minangkabau itu umumnya merupakan naskah Islam, seperti Alquran, kitab fikih, serta kitab-kitab yang berkaitan dengan aliran tarekat,” katanya. []

 

YS/ Islam Indonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *