Satu Islam Untuk Semua

Monday, 26 March 2018

Yusril: Islam di PBB Berlatar Realitas Bangsa Sendiri, Bukan Timur Tengah


nomor-urut-pbb

Islamindonesia.id– Yusril: Islam di PBB Berlatar Realitas Bangsa Sendiri, Bukan Timur Tengah

 

 

Setelah dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2019, PBB kini intensif melakukan konsolidasi memperkuat posisi politiknya di tengah masyarakat.

Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Umum PBB menyampaikan orasi di hadapan dua ribuan tokoh pondok pesantren yang berkumpul di Ponpes El Kisi, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (24/3/2018).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia itu, Yusril menegaskan bahwa PBB adalah partai Islam yang berakar pada sejarah politik bangsa Indonesia sejak zaman Sarekat Islam di awal abad 20.

“Ideologi PBB adalah Islam rahmatan lil ‘alamin dengan latar belakang realitas dan pengalaman bangsa kita sendiri, bukan latar belakang Timur Tengah, bukan pula India-Pakistan dan negara-negara lain. Cita-cita PBB adalah memajukan dan menyejahterakan umat Islam dan banga Indonesia seluruhnya,” ujar Yusril.

Bagi PBB, kata Yusril, Islam adalah sumber rujukan dan sumber inspirasi dalam memecahkan persoalan-persoalan bangsa Indonesia.

Karena itu, menurutnya, tidak perlu ada kekhawatiran bagi pemeluk agama lain terhadap PBB. Ideologi PBB adalah Islam yang moderat dan inklusif serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kemajemukan.

Dalam konteks itulah, lanjut Yusril, PBB selamanya akan membela Islam dari setiap penistaan dan pelecehan, serta membela bangsa dari ancaman perpecahan dan penghinaan.

“Karena itu, slogan PBB dalam Pemilu 2019 adalah ‘Bela Islam, Bela Bangsa’. ‘Bela Islam, Bela Rakyat’ dan ‘Bela Islam, Bela NKRI’,” tegasnya.

Dalam orasinya, Yusril juga mengemukakan kekhawatirannya terhadap menurunnya kemampuan daya beli rakyat dan meroketnya utang negara. Kebijakan pembangunan ekonomi, kini, menurutnya tidak lagi berpihak kepada rakyat.

 

Setelah dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilu 2019, PBB kini intensif melakukan konsolidasi memperkuat posisi politiknya di tengah masyarakat.

Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Umum PBB menyampaikan orasi di hadapan dua ribuan tokoh pondok pesantren yang berkumpul di Ponpes El Kisi, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (24/3/2018).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia itu, Yusril menegaskan bahwa PBB adalah partai Islam yang berakar pada sejarah politik bangsa Indonesia sejak zaman Sarekat Islam di awal abad 20.

“Ideologi PBB adalah Islam rahmatan lil ‘alamin dengan latar belakang realitas dan pengalaman bangsa kita sendiri, bukan latar belakang Timur Tengah, bukan pula India-Pakistan dan negara-negara lain. Cita-cita PBB adalah memajukan dan menyejahterakan umat Islam dan banga Indonesia seluruhnya,” ujar Yusril.

Bagi PBB, kata Yusril, Islam adalah sumber rujukan dan sumber inspirasi dalam memecahkan persoalan-persoalan bangsa Indonesia.

Karena itu, menurutnya, tidak perlu ada kekhawatiran bagi pemeluk agama lain terhadap PBB. Ideologi PBB adalah Islam yang moderat dan inklusif serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kemajemukan.

Dalam konteks itulah, lanjut Yusril, PBB selamanya akan membela Islam dari setiap penistaan dan pelecehan, serta membela bangsa dari ancaman perpecahan dan penghinaan.

“Karena itu, slogan PBB dalam Pemilu 2019 adalah ‘Bela Islam, Bela Bangsa’. ‘Bela Islam, Bela Rakyat’ dan ‘Bela Islam, Bela NKRI’,” tegasnya.

Dalam orasinya, Yusril juga mengemukakan kekhawatirannya terhadap menurunnya kemampuan daya beli rakyat dan meroketnya utang negara. Kebijakan pembangunan ekonomi, kini, menurutnya tidak lagi berpihak kepada rakyat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *