Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 27 November 2016

Video Bachtiar Nasir Sebut “Demo Identik Umbar Hawa Nafsu” Jadi Sorotan


img_20161127_063626

islamindonesia.id – Video Bachtiar Nasir Sebut “Demo Identik Umbar Hawa Nafsu” Jadi Sorotan

 

Menjelang aksi demo jilid tiga (2/12) oleh Gerakan Pengawal Fatwa MUI, tersebar video singkat di media sosial yang menyebut Islam mengenal “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, bukan demo”.  Dan yang menjadi sorotan netizen ialah rekaman yang asalnya berdurasi hampir satu jam ini, ternyata diungkapkan oleh Bahctiar Nasir, – pria yang selama ini memimpin “demo Ahok”.

10 Pernyataan Sikap Ulama, Tokoh, Aparat, Soal Demo 2/12

Di depan jama’ah Masjid Istiqlal Jakarta, Bachtiar memulai ceramahnya soal sisi Tauhid yang banyak dilupakan umat. Tauhid ini bagian dari ‘Tauhidul uluhiyah’, yaitu ‘Tauhid al Hakimiyah’.

“Tentang mentauhidkan Allah dalam kepemimpinan. Mentauhidkan Allah dalam hukum dan peraturan.”

Di tengah gencarnya demokrasi yang sedang didewa-dewakan, lanju Bachtiar, ada ungkapan yang menurutnya bodoh. Yaitu, di zaman demokrasi seperti ini, setiap orang berhak untuk demo dan demo merupakan bagian dari demokrasi. Ungkapan tersebut, menurut Ketua Alumni Saudi Arabia se-Indonesia ini, yang membingungkan pemerintah sendiri.

“Nah, Islam mengenal yang namanya Al amar bil ma’ruf wa nahy ‘anil mungkar, bukan demo,” tegas pria yang kini dikenal sebagai Ketua GNPF-MUI ini.

Pertemuan 4/11 di Istana, Kapolri: “Tuntutan Mereka Ternyata Berubah”

Demo, kata Bachtiar, dasarnya – di dalam dunia demokrasi – adalah lebih indentik dengan mengumbar hawa nafsu dan emosi.

“Identik dengan menyuarakan dengan  cara melampiaskan hawa nafsu hingga merusak sarana publik hanya untuk keduniaan sesaat,” katanya dalam video yang dipublikasikan  di You Tube pada 12 Juni 2014 oleh akun AQLIslamicCenter

Tak lupa Bachtiar  juga menyebut aksi demo untuk kepentingan individu atau kelompok, “Tergantung siapa yang membayar dan siapa yang berkuasa di balik demo itu,” katanya.

Berikut video selengkapnya:

Seperti diketahui, pasca Basuki ‘Ahok’ Thahaja Purnama minta maaf dan dijadikan tersangka, MUI meminta agar tidak turun demo lagi.

“MUI mengimbau kepada masyarakat untuk mengurungkan niatnya melakukan aksi demo tanggal 2 Desember, karena menurut pendapat MUI melakukan demo itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” kata Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid, seperti dikutip detik.com, (21/11).

Meski demikian, rencana demo 2/12 oleh kelompok yang menyebut dirinya ‘Pengawal Fatwa MUI’ ini tetap akan dilaksanakan. Bahkan, GNPF-MUI juga akan gelar Jum’atan di jalan protokol, suatu tindakan yang menurut MUI Daerah DKI Jakarta, tidak boleh dilakukan.[]

Sejak 3 Tahun Lalu MUI DKI Haramkan Gelar Ibadah di Jalan

 

YS / islam indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *