Satu Islam Untuk Semua

Monday, 29 May 2017

Tips Cegah Kantuk Saat Puasa


Tips Cegah Kantuk Saat Puasa

islamindonesia.id – Tips Cegah Kantuk Saat Puasa

 

Selama berpuasa, bukan hanya pola makan yang berubah, pola tidur pun ikut berubah. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh terasa lemas dan menurunnya konsentrasi.

Perubahan pola makan saat puasa memengaruhi metabolisme tubuh. Dan, serangan kantuk yang muncul saat puasa itu umumnya terjadi akibat penurunan kadar glukosa darah di otak sehingga memengaruhi suplai oksigen. Oleh sebab itu kita kerap kali mengantuk pada saat menjalankan ibadah puasa, bukan hanya akibat lelah atau kurang tidur karena bangun terlalu dini jelang makan sahur.

Selain menahan lapar dan dahaga, salah satu tantangan yang dihadapi umat Muslim selama berpuasa adalah menahan kantuk. Pada mereka yang tetap aktif bekerja, mengantuk tentu akan mengurangi produktivitas.

Menurut dr.Andreas Prasadja RPSGT, pakar kesehatan tidur, mengantuk lebih banyak disebabkan karena kurang tidur, ketimbang karena tidak makan.

“Sebenarnya secara biologis siang hari memang waktunya kita merasa mengantuk. Baik saat berpuasa atau tidak. Jadi tidak ada hubungannya dengan rasa kenyang di perut,” katanya.

Menurut ilmu kedokteran, otak mengonsumsi 60 persen glukosa tubuh sebagai asupan energi. Karenanya, jika suplai glukosa terhambat, jelas akan memengaruhi kinerja dan daya konsentrasi otak.

Mengapa rasa kantuk rentan muncul di siang hari? Ini karena di siang hari, tubuh cenderung mulai kehilangan energi cadangan untuk memaksimalkan kerja otak dan sistem tubuh lainnya. Selain karena menurunnya kadar glukosa, mengantuk ketika berpuasa juga bisa disebabkan karena adanya penurunan asupan zat besi dalam tubuh. Ingat, jumlah zat besi yang cukup akan membantu tubuh menyerap oksigen lebih banyak ke otak sehingga mengurangi rasa kantuk.

Meski mengantuk saat berpuasa adalah hal yang biasa dan lumrah, namun jika ini dibiarkan tanpa adanya tindakan, tentu akan mengganggu dan menurunkan kualitas kinerja dan aktivitas kita sehari-hari. Karenanya tak hanya kantuk, tapi tubuh pun mudah merasa lemas.

[Baca: Kenapa Gampang Ngantuk Saat Puasa? Ini Penjelasannya]

Penurunan asupan zat besi dalam tubuh juga bisa memicu kantuk lebih cepat muncul. Meski lumrah, coba minimalisir serangan kantuk saat puasa dengan beberapa tips berikut.

1. Konsumsi Karbohidrat Kompleks Saat Sahur

Konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur. Beberapa makanan sumber karbohidrat kompleks bisa Anda dapatkan dari nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. Karena karbohidrat kompleks lebih lambat dipecah menjadi gula darah sehingga sangat membantu metabolisme energi tubuh. Yang artinya, lebih lama menyimpan energi. Anda pun jadi tetap segar selalu sepanjang hari selama puasa.

2. Perbanyak Minum Air Putih Saat Sahur

Minum sedikitnya delapan gelas air putih selama jeda buka puasa hingga sahur. Konsumsi air putih yang cukup membantu mencegah tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, sehingga tubuh tetap segar. Jika Anda memang seorang yang saat puasa mengalami dan merasakan kelelahan yang sangat, maka saat sahur jangan minum yang lain kecuali minum air putih.

3. Makan Buah Saat Sahur

Pastikan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C untuk memacu efektivitas penyerapan zat besi oleh tubuh. Kiwi, jambu biji, pepaya, jeruk, mangga, nanas, bisa menjadi pilihan.

4. Atur Jam Tidur

Pola tidur saat biasa mungkin berbeda dengan pola tidur dengan di saat bulan Ramadan. Maka dari itu, Anda harus mengatur waktu tidur Anda supaya tidak merasa gampang ngantuk saat menjalani puasa di bulan suci ini.

5. Cukupi Kebutuhan Zat Besi

Sumber zat besi bisa diperoleh dari sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, kangkung, katuk.

Selain tips di atas, khusus berkaitan dengan rasa mudah ngantuk, untuk menyiasatinya, dr. Andreas menyarankan agar kita tidur lagi setelah sahur. “Dari pada tidak tidur sama sekali, lebih baik tidur sebentar,” ujarnya.

Selain itu, di siang hari kita juga bisa memanfaatkan waktu istirahat yang tadinya dipakai untuk makan siang, menjadi tidur siang.

“Kalau ada orang tidur siang jangan dibilang malas. Justru setelah tidur siang kita akan mendapatkan semua manfaat tidur, yaitu semangat, konsentrasi, sehingga produktivitas meningkat,” katanya.

Berbeda dengan tidur malam yang satu siklus tidur yang lengkap memerlukan waktu satu jam, maka saat tidur siang satu siklus hanya 15-20 menit. Karena itulah tidur siang 30 menit sudah cukup untuk membuat kita merasa segar kembali.

Agar waktu tidur siang tidak kebablasan, pasanglah alarm. Di malam hari, hindari kebiasaan begadang. Dengan pola tidur seperti ini, menurut dr.Andreas, daya tahan tubuh bisa dijaga, produktivitas kerja tidak menurun, dan keselamatan di jalan raya bagi yang berkendara juga lebih aman karena tidak terganggu rasa kantuk.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *