Satu Islam Untuk Semua

Monday, 27 February 2017

Soal Spanduk ‘Tolak Shalatkan Jenazah’, Guru Besar UIN Jakarta: Mungkin Pembuatnya Nggak Paham Ajaran Tauhid


Soal Spanduk ‘Tolak Shalatkan Jenazah', Guru Besar UIN Jakarta Mungkin Pembuatnya Nggak Paham Ajaran Tauhid

islamindonesia.id – Soal Spanduk ‘Tolak Shalatkan Jenazah’, Guru Besar UIN Jakarta: Mungkin Pembuatnya Nggak Paham Ajaran Tauhid

 

Akhir pekan kemarin spanduk ‘Tolak Shalatkan Jenazah Pembela Penistaan Agama’ sempat terpampang di salah satu masjid kawasan Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan. Guru Besar UIN Jakarta Azyumardi Azra menyebut hal itu tidak bisa dibenarkan.

“Saya kira substansinya tidak bisa digunakan karena di dalam ajaran mengenai keimanan akidah, itu tidak menyangkut hal yang sangat fundamental,” ucapnya kepada wartawan di kompleks Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (27/2/2017).

Menurut guru besar bidang Sejarah dan Peradaban Islam itu, setiap Muslim memiliki kewajiban untuk menshalatkan jenazah sesama Muslim. Menurutnya, hal itu sama sekali tidak berhubungan dengan pandangan politik.

“Jadi (jenazah) orang Islam itu selama (hidupnya) dia masih percaya pada kalimat syahadat maka (jenazahnya) wajib dishalatkan. Kalau saat berpolitik mendukung si ini atau si itu, saya kira tidak boleh, siapapun melarang menjalankan shalat jenazah,” imbuhnya.

Dia menegaskan, jika sesama Muslim tidak mau menshalatkan jenazah karena faktor-faktor yang tidak masuk akal, maka yang bersangkutan dianggap berdosa. Dia menyebut, mungkin oknum pemasang spanduk itu kurang memahami ajaran tauhid dan syariah.

“Kalau tidak menshalatkan, orang Islam yang lain berdosa. Spanduk itu nggak bener, (pembuatnya) nggak paham ajaran tauhid, nggak tahu ajaran syariah,” tegasnya.

Tak hanya Azyumardi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun mengajak umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat saling merekatkan persaudaraan dan memperkokoh peri kemanusiaan. Ajakan ini disampaikan Menag sehubungan adanya rumah ibadah yang memasang spanduk bertuliskan ‘Masjid ini tidak menshalatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama’ yang juga viral di media sosial tersebut.

[Baca: Kata Menag Soal Spanduk Masjid “Tolak Jenazah”]

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *