Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 12 December 2017

Soal Buku Pelajaran Bertulis Yerusalem Ibu Kota Israel, Mendikbud: Itu Kekhilafan


Untitled-1

islamIndonesia.id –Soal Buku Pelajaran Bertulis Yerusalem Ibu Kota Israel, Mendikbud: Itu Kekhilafan

 

Akun Resmi Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  @Itjen_Kemdikbud mendapatkan laporan terbitnya buku pelajaran sekolah yang menyebut Ibu Kota Israel adalah Yerusalem. Sembari mengunggah halaman buku terkait, pelapor dengan akun @Gussumbogo mengatakan, “Mohon diselidiki. Dalam buku IPS kelas enam Sekolah Dasar terbitan Yudistira tertulis Ibu Kota Israel adalah Yerusalem. Palestina juga tertulis tapi tidak ada nama ibukota-nya.”

Cuitan akun @Gussumbogo

Cuitan akun @Gussumbogo

Unggahan akun @Gussumbogo

Unggahan akun @Gussumbogo

Menanggapi temuan tersebut, Kementerian menjawab, “Terima kasih atas informasinya Mas. Kami bantu sampaikan ke Pusat Kurikulum dan Perbukuan @litbangdikbud.”

Tanggapan dari akun resmi @litbangdikbud

Tanggapan dari akun resmi @litbangdikbud

Menanggapi laporan tersebut, sebagaimana dirilis Detik.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy Muhadjir mengatakan buku tersebut tetap berlaku. Namun akan diralat oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan hingga diedarkan kembali.

“Bukunya tetap berlaku, bagian yang salah diralat. Nanti Puskurbuk akan segera mengedarkan ralatnya,” ungkap Muhadjir lewat pesan singkat, 12 Desember.

Beberapa jam kemudian, akun twitter resmi Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, @litbangdikbud, juga mendapatkan laporan dengan data yang lebih lengkap. Berikut ini isi twitnya, disampaikan oleh akun @vidka91, “Pak Presiden Jokowi, dalam buku IPS kelas 6 SD tertulis Ibu Kota Israel itu Yerusalem ? Buku ini karangan Sutoyo dan Leo Agung.

Cuitan akun @vidka91

Cuitan akun @vidka91

Unggahan akun @vidka91

Unggahan akun @vidka91

Unggahan akun @vidka91

Unggahan akun @vidka91

Unggahan akun @vidka91

Unggahan akun @vidka91

Menanggapi laporan tersebut, Muhadjir mengatakan sudah menarik tautan tersebut dari situs Kemendikbud. Dia mengatakan ada ketidakcermatan hingga e-book tersebut diunggah.

“Buku tersebut sejak pagi ini sudah dihapus dalam daftar BSE Kemendikbud,” kata Muhadjir. Muhadjir melanjutkan, “Itu sebuah kekhilafan yang memalukan. Menurut Kapuskurbuk (kepala pusat kurikulum dan perbukuan) buku tersebut masuk BSE tahun 2008. Ada ketidakcermatan Tim Penilai Buku dalam menetapkan buku tersebut sebelum diunggah ke laman BSE Kemendikbud.”

Muhadjir mengatakan sudah meminta kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad untuk menelusuri hal tersebut. “Saya sudah meminta Dirjen Dikdasmen untuk menelusuri siapa yang harus bertanggung jawab atas kehilafan tersebut,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Sebelumnya, 6 Desember, Jokowi dalam akun resmi Twitter-nya mengatakan, “Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan itu melanggar resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa. Saya dan rakyat Indonesia tetap konsisten bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya”.

Twit resmi dari Jokowi mengenai pemindahan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem

Twit resmi dari Jokowi mengenai pemindahan Ibu Kota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem

Indonesia sendiri tidak mengakui Israel sebagai negara dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengannya.

 

PH/IslamIndonesia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *