Satu Islam Untuk Semua

Saturday, 15 February 2014

Puluhan Pakar Al Qur’an Dunia Kumpul di Ciputat


foto:hendijo

Mereka ingin Al Qur’an bisa dibumikan di tengah masyarakat yang plural


Delapan puluh tujuh pakar Al Qur’an dari berbagai penjuru dunia  berkumpul di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat sejak Sabtu  pagi (15/2) hingga Minggu besok (16/2). Mereka akan menjadi pembicara utama dalam 9 panel yang merupakan bagian dari kegiatan Konfrensi Internasional bertajuk: Grounding the Qur’an, Toward Transformative Qur’anic Studies.

Kegiatan yang diinsiasi oleh Pusat Studi Al Qur’an pimpinan  Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA.,  dan bekerjasama dengan UIN Syarif Hidayatullah tersebut  memiliki tujuan jangka pangjang yakni membumikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an di tengah masyarakat plural. Untuk mewujudkan itu, secara khusus PSQ sendiri telah memiliki program dengan sasaran anak hingga deaasa baik non formal hingga pasca sarjana dalam bentuk pendidikan, pelatihan dan pengembangan kajian dan publikasi Al Qur’an.

Dalam kata sambutannya, Quraish Shihab menyatakan  ada dua dasar pokok  dari upaya tersebut  yakni Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan.  Karena itu upaya-upaya membumikan Al Qur’an harus berangkat dari semangat berdiskusi dan saling membagi kebaikan. “Jika itu diterapkan maka saya yakin Al Qur’an akan berhasil dibumikan di tengah masyarakat dunia,”ungkap mantan Menteri Agama RI tersebut.

Semangat berbagi dan berdiskusi merupakan bentuk   penghormatan terhadap hak untuk mengemukakan pendapatnya masing-masing. “ Kendati tidak harus  satu pendapat, namun suatu pendapat yang bertanggungjawab tentunya  harus dihormati,” ujarnya.

Selain pakar-pakar Al Qur’an Indonesia seperti Prof. Nasaruddin Umar, TGH. Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA., dan Prof. Dr. Andi, konfrensi internasional ini juga akan menghadirkan pakar-pakar Al Qur’an dari mancanegara, diantaranya  Shaikh Saleh bin Mohamed bin Taleb (Imam dan Khatib Masjidilharam )dari Saudi Arabia, Mulla Husaini Kauhsari (Direktur Islamic Cultural Center) dari Iran, Prof. Dr. Abdel Fudail El Qusy (Universitas Al Azhar) dari Mesir, Prof. Em. Anthony H. Johns (ANU Canberra) dari Australia, Dr. Hannan Hasan, MA (Majelis Agama Islam Singapura) dan Dr. Mustofa Abdullah (Universitas Malaya).

 

Sumber: Islam Indonesia 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *