Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 13 September 2015

PBB Dukung Pengibaran Bendera Palestina, Israel & Amerika Kecewa


FILE - In this Sept. 18, 2007, file photo, the flags of member nations fly outside of the United Nations headquarters in New York. The U.N. General Assembly overwhelmingly approved a resolution Thursday, Sept. 10, 2015, allowing the Palestinians and the Holy See to raise their flags at U.N. headquarters — a symbolic step pursued by the Palestinians in their quest for an independent state. (AP Photo/Mary Altaffer, File)

Perjuangan diplomatik Palestina  membuahkan hasil setelah Majelis Umum PBB, Kamis (10/9), sepakat mendukung sebuah resolusi yang memungkinkan bendera Palestina berkibar di markas lembaga di New York, Amerika Serikat.

Di Ramallah, Jumat, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, memuji negara-negara yang “memihak keadilan” karena mendukung Palestina.

“Perjuangan akan berlanjut sampai bendera Palestina berkibar di atas ibu kota kami, Jerusalem,” katanya.

Resolusi PBB itu berlaku penuh dengan dukungan 119 negara. Delapan negara lainnya, termasuk Israel, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, menolak resolusi itu. Sebanyak 49 negara lainnya memilih abstain.

Sebagai catatan, saat dapat  status sebagai pengamat di PBB, Palestina mendapat dukungan dari 138 negara.

Para diplomat Palestina melihat pengakuan itu sebagai “langkah maju”. Menurut Riyad Mansour, Duta Besar Palestina untuk PBB, resolusi anyar PBB itu merupakan langkah simbolik yang memperkuat langkah lain untuk memperkuat pilar-pilar negara Palestina di arena internasional.

“Resolusi ini seperti cahaya kecil dari sebuah lilin yang menjaga harapan rakyat Palestina terus hidup,” kata Mansour.

Di lain sisi, Duta Besar Israel untuk PBB, Ron Prosor, mengecam resolusi itu. Prosor menyatakan resolusi itu tidak akan membantu rakyat Palestina.

“Satu-satunya cara agar Palestina menjadi negara adalah melalui negosiasi langsung,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Amerika untuk PBB, Samantha Power,  berpendapat pengibaran bendera Palestina di markas PBB “bukan alternatif untuk perundingan” dan tidak akan membawa Israel dan Palestina semakin dekat dengan perdamaian.

Zainab/Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *