Satu Islam Untuk Semua

Friday, 18 September 2015

PAHLAWAN KITA – Yusuf, Nelayan Aceh, Penyelamat 300 Rohingya di Laut Lepas


 

IMG_2345

Sekilas tidak ada yang istimewa dari lelaki berusia 38 tahun ini. Warna kulitnya agak gelap karena terbakar panasnya matahari. Sehari-harinya lelaki ini hanya mengemudi perahunya ke laut lepas untuk mencari ikan di laut. Senyum ramahnya yang khas menyapa orang-orang di sekitar Tempat Penjualan Ikan Kuala Langsa, Aceh Timur siang itu. Namun siapa sangka, keramahannya itulah yang membuatnya menolong ratusan manusia perahu untuk merapat ke daratan Aceh pertengahan Mei lalu.

Awalnya Yusuf tidak tau menahu akan kisah ratusan migran asal Myanmar yang berada di laut lepas Aceh. Aktivitasnya melaut membuatnya terbiasa melihat ratusan kapal asing di perbatasan Aceh-Malaysia. Sehingga dia tidak peduli dengan perahu-perahu itu. “Kapal ilegal memang ramai di Aceh,” sebutnya saat ditemui reporter islamindonesia.id di TPI Kuala Langsa, Minggu (13/9)

Hari ketiganya di laut, Yusuf mengatakan jaraknya dengan kapal katrol Thailand tersebut hanya 4 mil saja. Lagi-lagi, nelayan asal Pusong ini tidak terlalu peduli akan keberadaan kapal tersebut. Karena tiba-tiba ada kapal besar lainnya yang berlayar di tengah mereka, menghalangi pandangan Yusuf akan kapal yang mengangkut 300 lebih pencari suaka tersebut.

Namun begitu hari kamis pagi, saat jarak perahunya dengan kapal tersebut hanya satu mil, dirinya melihat beberapa orang dari kapal tersebut terjun ke laut minta diselamatkan, kisahnya dengan bahasa Aceh yang kental. Hanya kapalnya seorang yang ada di sana. Hal itu membuat dirinya merapatkan perahu kecilnya pada kapal katrol Thailand tersebut. Saat tiba, Yusuf melihat air sudah memenuhi setengah badan kapal dan ratusan migran tampak berdesak-desakan di sana.

“Kapal tersebut masih utuh, cuma mesinnya aja yang ngak ada jadi mereka terombang-ambing di laut. Kalau satu hari lagi saya biarkan mereka di laut, pastilah mereka sudah tenggelam,” kenangnya.

IMG_2349

Yusuf ketika diwawancara reporter Islam Indonesia

Sialnya, ujar Yusuf saat itu radio komunikasinya malah rusak. Yusuf tidak bisa memberi informasi ke rekannya yang lain. Dia terpaksa memutar boatnya kembali ke darat untuk meminta bantuan pada nelayan terdekat. Beruntunglah dia bertemu salah satu temannya, Brandan. Meminjam alat komunikasi milik temannya, lelaki yang sudah 17 tahun melaut itu langsung meminta bantuan kapal-kapal lainnya. Akhirnya ada 11 boat yang datang ke sana untuk bantu. Enam buah kapal yang besar, sebutnya.

“Saya juga menampung mereka 40 orang, padahal biasanya kapal saya ukuran 2 ton saja sudah sarat, tapi karena mereka manusia saya juga manusia, jadi saya angkut mereka,” tuturnya.

Tentunya tidak cukup sekali angkut untuk memindahkan lebih dari 300 jiwa dari kapal Thailand tak bermesin itu. Yusuf mengatakan dia sampai tiga kali mengangkut warga asal Myanmar dan Bangladesh itu. Sekali 40 orang, kedua kalinya 30 orang, dan yang terakhir 28 orang wanita dan anak-anak yang semuanya dia bawa ke Pusong.

Saat ditanya, lelaki yang dikenal dengan nama “Sup Boat Kawe” ini, sama sekali tidak tahu bahwa ratusan orang itu adalah pengungsi Rohingya. Atas dasar sama-sama manusia, dia merasa wajib untuk menyelamatkan ratusan manusia perahu itu, tegasnya.

“Kita punya pinsip di laut, jangankan yang hidup, yang mati saja harus diambil dan dibawa ke darat. Haram bagi kami jika tidak mengambil, dan prinsip itu sudah ada sejak jaman Sultan Iskandar Muda,” ungkapnya.

Saat ini, Yusuf bekerja pada orang lain untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Pertengahan Juli lalu, boat miliknya karam di tengah laut saat mencari ikan dan membuatnya tidak melaut selama dua bulan. Yusuf mengaku tidak sedikitpun mendapatkan bantuan dari pemerintah karena pernah merapatkan pengungsi Rohingya di Aceh.

“Kalau ada rezeki nanti beli boat baru, saat ini bekerja saja dulu dengan orang,” katanya.

Nurul Fajri/Islam Indonesia

One response to “PAHLAWAN KITA – Yusuf, Nelayan Aceh, Penyelamat 300 Rohingya di Laut Lepas”

  1. teguh says:

    Masya Allah. Semoga pahlawan kita itu dimudahkan urusannya, selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.

Leave a Reply to teguh Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *