Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 27 October 2015

OPINI – Rafidhi dan Nashibi


ris2009_habibali_02

Oleh Habib Ali Aljifri

Akhir-akhir ini saling caci-maki sering terjadi dan cukup memprihatinkan. Bahkan waktu peringatan peristiwa mulia (contoh: Asyura) jadi arena pertikaian yang buruk. Kitapun makin berani mencela satu sama lain dan lupa kewajiban untuk tabayyun (mengecek ke sumber berita). Maka melempar tuduhan tak berdasar dan berasumsi (subjektif) sudah jadi kebiasaan dan makin marak.

Jika ada orang menyebut kebaikan-kebaikan Ahlulbait suci Nabi saw, maka dengan cepat tuduhan rafidhi dilayangkan padanya. Dan mereka yang menyebut keutamaan sahabat Nabi saw, akan dituduh nashibi oleh pihak lain.

Telah habis kesabaran Imam Syafi’i saat orang-orang menuduh beliau rafidhi karena kedalaman cintanya pada Ahlulbait, sampai beliau berseru kepada mereka:

“Jikalau mencintai keluarga Muhammad adalah Rafidhi

Maka saksikanlah bahwa aku adalah Rafidhi.”

Imam Syafi’i, sebagaimana orang-orang yang menempuh jalan yang lurus, mengerti derajat kemuliaan Ahlulbait dan para sahabat Nabi saw. Dan ruh merekapun menjadi saksi betapa besar kecintaannya pada Ahlulbait dan para sahabat. Beliau pun tanpa ragu menegaskan secara terang-terangan kecintaan beliau pada Ahlulbait dan para sahabat.

Rafidhi adalah mereka yang membawa kebencian pada (terutama) dua sahabat besar Sayyidina Abubakar ra dan Sayyidina Umar ra serta terus memaki-maki keduanya.

Sedangkan Nashibi adalah mereka yang membawa kebencian terhadap keluarga Nabi saw (ahlulbait), dan selalu menunjukkan permusuhan terhadap mereka.

Anehnya kedua belah ekstremis ini, yang sama-sama dibutakan oleh kedengkian, telah menudingkan tuduhan kepada orang yang sama. (Pihak Nashibi sengaja mencampur-adukkan antara mazhab Syi’ah dan Rafidhi, sedangkan pihak Rafidhi mencampur-adukkan antara Ahlussunnah dengan Nashibi, kedua ekstremis/ghulat itu berusaha menyeret kedua mazhab besar ini saling berhadap-hadapan sebagai musuh, naudzu billahi min dzalik).

Apa yang kemudian dilakukan oleh Imam Syafi’i? Beliau justru mempertegas kotololan posisi para ekstremis tersebut dengan menguraikan dengan jelas keutamaan Sayyidina Ali ra dan Sayyidina Abubakar ra:

“Jika kami memuliakan Ali maka kami dituduh Rafidhi dimata orang-orang bodoh itu

dan tatkala kami memuji Abubakar menjadikan kami Nashibi,

Maka akupun akan senantiasa menjadi Rafidhi dan Nashibi karena mencintai mereka berdua

Hingga jasadku berkalang tanah.”

HBA/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *