Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 05 June 2013

Mereka di Paksa Jadi Tentara


gambar-suriah

Berita menyedihkan kembali terdengar dari Suriah. Menurut sebuah laporan PBB baru-baru ini, dikabarkan tentang adanya  praktek pelanggaran hak asasi  yang sangat brutal  dengan melibatkan anak-anak negara tersebut sebagai para pelakunya.

Menurut  laporan yang dilansir oleh BBC tersebut, disebutkan sejumlah bocah yang menjadi sandera kelompok pemberontak telah  dipaksa bukan saja untuk menyaksikan penyiksaan  namun juga ikut serta dalam pemenggalan dua tawanan pria yang diperkirakan anggota militer Suriah.

Namun dalam tayangan  video yang menyertai laporan tersebut, terlihat hanya seorang anak  yang ikut serta dalam proses pemenggalan yang dikatakan sangat brutal itu.

“Tayangan video menunjukkan seorang anak ikut serta dalam memenggal dua pria yang disandera,” kata laporan tersebut.

Di bagian lain, disebutkan pula mengenai nasib anak-anak yang dipaksa oleh kedua belah pihak (baik militer pemerintah Suriah maupun kelompok pemberontak) untuk menjadi serdadu. “Ada 86 kombatan anak yang diikutkan oleh pasukan pemberontak tewas dalam konflik dua tahun. Setengah dari jumlah itu terjadi pada tahun ini,” demikian laporan itu.

Pasukan Assad sendiri bukannya tidak pernah melakukan kekejaman. Dalam salah satu insiden serangan pasukan pemerintah di Sanamein, Deraa 10 April lalu, ada sebuah kejadian ketika  “anak-anak dipaksa menyaksikan penyiksaan atau pembunuhan orang tua mereka yang dituduh berpihak kepada kelompok pemberontak”

Dalam bulan yang sama, di Rastan, Homs, penjaga pos pemeriksaan “mengancam akan menembak dua anak perempuan berusia tujuh dan sembilan tahun yang menangis saat ayah mereka diinterogasi”.

Semua informasi tersebut didapat Komisi Penyelidik PBB  dari kesaksian warga yang menjadi pengungsi dan tenaga medis di negara itu. Badan-badan bantuan kemanusiaan dan organisasi PBB sendiri dilarang untuk memasuki wilayah-wilayah tersebut sehingga mereka sangat kesulitan mendapatkan data langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *