Satu Islam Untuk Semua

Friday, 04 March 2016

Mengenal Al-Quran dari ‘Kertas Batu’


Al-Quran-pertama-terbuat-dari-Batu-Dicetak

Pada mulanya, Al-Quran ditulis pada pelepah kurma, kulit atau tulang hewan. Sejarah mencatat, Al-Quran ditulis ulang di atas material yang disebut papyrus yang diciptakan oleh peradaban Mesir Kuna dan qirthas yang dicapai oleh Khilafah Abbasiyah dengan didirikannya industri qirthas di Baghdad dan Samarkand.

Lazimnya qirthas atau kertas dibuat dari kayu. Namun sebuah pameran kertas dunia di Timur Tengah memajang sebuah sampel Mushaf Al-Quran yang dicetak dengan kertas dari batu. Al-Quran dari kertas batu ini membuat para pengunjung antusias pada pameran yang diselenggarakan pada 1-3 Maret di Dubai International Convention and Exhibition Centre.

“Kertas ini dibuat dari kalsium karbon atau batu kapur,” kata John Zanjani, direktur Parax, salah satu peserta pameran dari Inggris yang mencetak sampel Al-Quran dari batu ini.

Kertas jenis ini adalah temuan terbaru abad ini. Pertama kali kertas jenis ini dikembangkan oleh Lung Meng Tech Co. dari Taiwan pada 1998. Selanjutnya teknologi ini telah dipatenkan oleh lebih dari 40 negara, termasuk Australia, China, Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan.

Saat ini meskipun harga jualnya terbilang mahal, pemakaian kertas non-kayu ini sedang menggeliat di pasar Eropa. Produksinya pun beragam dari alat tulis kantor, buku, poster, majalah, tas, hingga pembungkus. Tas jinjing, misalnya dibandrol 4,99 Euro di Inggris.

Produksi kertas ini tergolong unik. Dengan teknologi ramah lingkungan, kertas ini dibuat tanpa perlu menebang pohon dan mencemari air dan udara sebagaimana kertas yang dibuat dari kayu. Lebih dari itu, kertas ini anti air, bisa didaur ulang dan tidak mudah terkoyak. Tulisan di atas kertas dari batu ini juga tidak pudar jika dicelup ke dalam air.

Diharapkan dengan dicetaknya Al-Quran dari kertas batu ini, maka bisa dipastikan lebih tahan lama dari Al-Quran yang dicetak dengan kertas biasa. Selain itu, pencetakan Al-Quran dengan kertas batu turut mengurangi dampak pencemaran lingkungan air dan udara serta penggundulan hutan.[]

MK/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *