Satu Islam Untuk Semua

Monday, 25 May 2015

Lindungi Israel, Amerika Jegal Zona Bebas Nuklir di Timur Tengah


FILE- In this March 30, 2012 file photo, Rose Gottemoeller, Acting Under Secretary for Arms Control and International Security, delivers a lecture to students in Moscow. Gottemoeller spoke for the U.S. delegation Friday, May 22, 2015, in blocking the final conference document during a landmark nuclear treaty review conference at the United Nations. (AP Photo/Sergey Ponomarev, File)

Amerika Serikat menggagalkan kelahiran sebuah traktak global yang sedianya menghadirkan zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah dan bisa memaksa Israel mengungkap stok senjata nuklir yang selama ini tersamarkan.

Dalam rancangan traktak yang kini gagal, lebih dari 100 negara penandatangan Non-Proliferasi Nuklir atau NPT meminta Sekretaris Jenderal PBB menggelar konferensi pelucutan senjata nuklir selambat-lambatnya pada Maret 2016, tak peduli Israel setuju ataupun tidak.

Israel, tak ikut meneken traktak pelucutan senjata nuklir, tak pernah mempublikasikan program senjata nuklirnya yang dipercaya banyak negara. Bila konferensi pada 2016 jadi terlaksana, Israel kemungkinan terpojok dan harus mengumumkan cadangan senjata nuklirnya.

Namun mengungat dokumen akhir rancangan traktrak itu memerlukan konsensus, penolakan Amerika, yang diperkuat Inggris dan Kanada, menjadikan cetak biru pelucutan senjata nuklir global kandas hingga lima tahun mendatang. Konferensi pelucutan senjata nuklir baru bisa digelar lagi pada 2020.

Fakta itu kian membuat frustasi negara yang tidak punya stok senjata nuklir dan merasa pelucutan senjata nuklir kian lamban. Amerika dan Rusia menyimpan lebih 90% senjata nuklir yang diperkirakan mencapai 16.000 unit.

Dalam negosiasi dokumen akhir traktak, pejabat Amerika berlasan penolakan itu berlatar ketaksesuaian draft dengan “kebijakan jangka panjang” Amerika selama ini. Rose Gottemoeler, pejabat Kementrian Luar Negeri bidang pengendalian peredaran senjata, menggambarkan keinginan mayoritas negara penandatanganan NPT “tidak realistis dan tak bisa dilaksanakan”.

Mesir, yang vokal mendesak Israel membuka kepemilikan senjata nuklirnya, termasuk yang kecewa. “Penolakan Amerika ini bakal berdampak pada dunia Arab dan publik dunia,” kata seorang pejabat seperti dilansir The Associated Press.

Dalam konferensi yang berakhir Jumat pekan lalu, Iran yang mewakili 100 lebih negara penandatangan NPT, menyatakan “terkejut” mengetahui langkah Amerika dan sekutunya sampai rela menjegal seluruh dokumen sekadar membela Israel yang notabene menolak membuka program pengembangan senjata nuklirnya.

Ami/Berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *