Satu Islam Untuk Semua

Tuesday, 08 April 2014

Ketum PBNU: Politisi Kita Masih Miskin Kualitas


foto:langsungpilih.com

Meskipun belum baik secara kualitas, kondisi politik di Indonesia jauh lebih baik disbanding dengan dunia Arab saat ini

 

KENDATI  situasi demokrasi di Indonesia  sudah banyak diakui banyak kalangan di dunia, namun dari sisi kualitas para politisi masih mengalami kemiskinan. Alih-alih menjadi negarawan yang beradab, dan berakhlak, mereka masih terbiasa menggunakan intrik-intrik politik saat meraih kekuasaannya. Demikian pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada para pemimpin partai politik dan ratusan hadirin seusai memimpin istighotsah di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan yang dilansir oleh NU Online pada Selasa (8/4).

Namun kondisi itu lebih baik dibanding dengan yang yang terjadi di kawasan dunia Arab. “Kita sangat prihatin dengan tragedi yang menimpa Suriah. Di sana hampir 180 ribu nyawa melayang sia-sia. Di Iraq, bahkan hampir 700 ribu. Sementara di Afghanistan yang 100 persen penduduknya muslim, 99 persen Sunni, hanya 1 persen Syiah, tiap hari justru berperang,” ujar Kiai Said.

Ada jurang pemisah antara Islam dan Nasionalisme di kawasan tersebut. Masing-masing masih dipertentangkan satu sama lain. “Kita beruntung sekali. Di Indonesia jauh sebelum merdeka semua sepakat bentuk negara kita nasionalis. Jadi, syariat tidak untuk diformalkan. Tapi diamalkan,” ujarnya.

Faktor kedua, masih menurut Kiai Said,  di dunia Arab tidak ada kekuatan civil society yang mampu mengayomi masyarakat seperti ormas. ” Di Indonesia, kita punya NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, PUI, DDII, dan masih banyak yang lain. Kalau dijumlah anggotanya ada 123 juta. Inilah kemudian yang melatarbelakangi berdirinya POI,” katanya.

Terkait  soal istighotsah yang belakangan ini marak dilakukan beberapa kalangan Islam, Kiai Said menyebut tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama 314 pengikutnya mengalahkan sekitar seribu tentara Quraisy. “Berkah Istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” ungkapnya.

Dalam pernyataan terakhirnya, Kang Said berharap Pemilu 2014  akan berlangsung aman dan sukses. “Mudah-mudahan pemilu besok dapat memberi keberkahan bagi Bangsa Indonesia. Tentang siapa yang menang, sebagai orang yang beriman, kita musti kembali kepada al-Qur’an yang menegaskan siapa yang menang siapa yang kalah, tidak lepas dari desain Allah,”katanya.

 

Sumber: NU Online

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *