Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 15 February 2017

Kepada Dubes UE, Haedar Nasir: Muhammadiyah, NU, MUI Berperan Aktif Jaga Islam Moderat


58a2f7a39e71b-pertemuan-para-dubes-di-kantor-muhammadiyah-jakarta-14-februari-2017_663_382

islamindonesia.id – Kepada Dubes UE, Haedar Nasir: Muhammadiyah, NU, MUI Berperan Aktif Jaga Islam Moderat


Bertempat di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, 23 Duta Besar Uni Erupa (EU) mengadakan pertemuan tertutup bersama Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir (14/2). Dubes EU untuk Indonesia Vincent Guérend  mengatakan pertemuan selama 2 jam itu membahas tentang berbagai hal khususnya perkembangan Islam moderat, khususnya ormas Islam Muhammadiyah di Indonesia sejauh ini.

“Kami tidak membicarakan hal ini lebih rinci. Intinya kami mendukung segala bentuk upaya yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam menjaga pluralisme, demokrasi, dan kultur beragama di Indonesia,” kata Vincent saat dijumpai awak media seusai acara.

Ia  menilai Muhammadiyah, sebagai organisasi Muslim besar di Indonesia, tetap berkomitmen untuk memegang teguh Indonesia yang berasaskan Pancasila.

Dalam kesempatan itu, sang dubes juga menegaskan bahwa tidak ada isu tentang Islamphobia di negara-negara Eropa. Faktanya, kata Vincent, sebagian besar komunitas Muslim di banyak negara-negara Eropa tidak terpengaruh atas gerakan Islam radikal.

“Sebagian besar komunitas Muslim tinggal di banyak negara Eropa. Negara itu sama seperti Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Mereka dapat terus berkembang meski mengalami kesulitan ekonomi dan tidak terpengaruh pandangan radikal,” ucapnya.

“Dan Muhammadiyah, ia dapat memberikan contoh baik kepada Muslim di Indonesia, agar mereka tidak terlibat dalam setiap tindakan radikalisme dan tetap menjunjung tinggi prinsip Islam yang moderat. Bahkan sebulan sebelumnya, EU juga melakukan pertemuan dengan NU untuk membahas isu sosial, ekonomi, terkadang religi,” katanya.

Sementara itu, ditemui di saat yang sama, Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjabarkan alasan para Dubes ini datang menemuinya.  Ia mengatakan mereka ingin tahu tentang perkembangan Islam di Indonesia karena akhir-akhir ini kerap muncul aksi-aksi protes yang mengatasnamakan Islam.

“Kami jelaskan ke mereka jika aksi-aksi itu digerakkan oleh golongan radikal, maka akan timbul anarkisme. Tapi nyatanya tidak ada anarkisme. Muhammadiyah, NU, MUI, kami sampai menemui Presiden Joko Widodo agar aksi itu betul-betul damai. Kami akan terus berperan aktif dalam menjaga Islam moderat,” paparnya.

Baginya, apabila aksi protes seperti itu dibiarkan saja, dikhawatirkan akan memunculkan aksi-aksi lain yang lebih besar sehingga menimbulkan kekacauan.

“Aksi seperti ini bisa muncul dua kali lipat. Kalau dibiarkan, rusak negeri ini. Karena itu kami mencoba merasionalkan bangsa ini, jangan sampai masa depan Indonesia tersandera. Jadi Insya Allah, Islam di Indonesia adalah Islam moderat dan toleran,” kata Haedar[]

 

YS/ Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *