Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 23 September 2018

Jurnalis Innes Bowen Ungkap Wajah Ramah Islam di Inggris


Jurnalis Innes Bowen Ungkap Wajah Ramah Islam di Inggris

islamindonesia.id – Jurnalis Innes Bowen Ungkap Wajah Ramah Islam di Inggris

 

Islam sebagai agama yang mengusung prinsip rahmat bagi seluruh alam dan sarat dengan pesan-pesan damainya, terlanjur disalahpahami sebagian kalangan—kalau tidak bisa disebut sebagian besar—masyarakat Barat, sebagai agama dengan stigma bengis dan kejam yang mereka identikkan dengan ekstremisme dan teror. Seperti halnya di Amerika, di negara-negara Eropa seperti Inggris pun stigma negatif itu sudah terlanjur melekat pada wajah Islam dan warga Muslim di negara itu.

Namun belakangan, berkat upaya seorang jurnalis bernama Innes Bowen, stigma itu perlahan terkikis sehingga tampaklah seperti apa wajah Islam yang sesungguhnya di Inggris. Melalui studi jurnalistiknya selama delapan tahun, Innes Bowen mencoba menunjukkan hal itu.

Innes adalah produser pada Radio 4 di Inggris. Selama delapan tahun, ia berupaya mempelajari Islam di Inggris melalui sebuah studi jurnalistik. Hasil risetnya tertuang dalam buku karyanya, Medina in Birmingham, Najaf in Brent: Inside British Islam.

Riset dan lahirnya buku ini mendapatkan apresiasi dari banyak kalangan. Salah satunya surat kabar terkemuka Inggris, the Guardian, yang menempatkan Innes ke dalam jajaran tokoh perubahan 2014.

Menurut koran tersebut, karya Innes telah membuka mata semua orang mengenai Islam di Inggris. Sebab, selama ini kebanyakan orang memahami Islam sebagai agama terbelakang atau bahkan pendukung ekstremisme.

“Innes Bowen berhasil menunjukkan sifat dan wajah Islam yang sesungguhnya kepada publik Inggris. Buku itu penting dibaca untuk memahami negara kita hari ini,” kata Andrew Brown, kolumnis the Guardian, belum lama ini.

Buku yang ditulis Innes bukanlah hasil studi akademis. Meski demikian, kajian yang dilakukan Innes bersifat menyeluruh dan disertai data yang valid serta aktual. Karena itu, Innes dianggap berhasil memetakan dinamika Islam serta kontribusi Muslim bagi kemajuan Inggris. Dengan bahasa yang sederhana, Innes juga secara gamblang menjelaskan sejarah kedatangan imigran Muslim ke negeri itu.

Menurut Innes, agama Islam dibawa ke Inggris oleh para imigran dari Asia Selatan. Mereka kemudian mendirikan banyak sekolah yang pada awalnya bersifat tertutup. Seiring berjalannya waktu, sekolah-sekolah itu kemudian menerima budaya Inggris secara terbuka.

Hasilnya, para siswa bisa berkontribusi secara Islami tanpa menanggalkan nasionalisme Inggris. ”Bahkan, tidak sedikit politikus Inggris yang merupakan lulusan sekolah itu,” kata Innes.

Dalam bukunya, Innes juga menjelaskan beberapa fakta yang selama ini tak banyak diketahui oleh publik. Misalnya, banyak imam masjid yang ternyata orang asli Inggris. Artinya, tak semua pemuka agama Islam di Inggris berasal dari kalangan imigran. Hal lain yang juga jarang diketahui publik adalah mayoritas Muslim Inggris ternyata memiliki kebanggaan dan semangat patriotik yang tinggi terhadap negara itu.

Bagaimanapun, buku karya Innes ini tak bermaksud menjadi semacam pembelaan terhadap Islam. Apalagi, Innes tidak pernah memandang Islam sebagai agama yang harus dibela. Innes pun sama sekali tidak memosisikan Islam sebagai ancaman yang mesti diteliti. Buku ini hadir hanya untuk menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya di Inggris.

“Buku ini berusaha menjernihkan miskonsepsi terhadap Islam yang marak disiarkan media massa,” tulis Andrew Brown sebagai penutup kolomnya di the Guardian.

 

EH / Islam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *