Satu Islam Untuk Semua

Friday, 09 January 2015

#JeSuisAhmed: Muslim yang Gugur Menjaga Kebebasan


Ahmed Merabet, polisi Muslim di Paris

Seperti semua tragedi lain, tindakan teror terhadap kantor Charlie Hebdo juga melahirkan banyak pelajaran: Muslim juga siap mengorbankan nyawa demi menjaga kebebasan berpendapat dan berekspresi kelompok lain. Stigma yang coba diperkuat akibat tragedi serupa bahwa umat Muslim intoleran dapat segera terbantahkan saat kita melihat keseluruhan peristiwa.

Ahmed Merabet (42) adalah polisi Muslim Perancis yang ikut tewas tertembak jarak dekat oleh para penyerang. Aksi penembakan yang sempat terekam itu menunjukkan Ahmed berteriak mencoba menghentikan aksi sebelum akhirnya berkalang tanah.

Di saat aktivis media sosial (medsos) memenuhi Twitter dengan tagar #JeSuisCharlie (arti harfiah: Aku Charlie) sebagai bentuk solidaritas, para aktivis medsos lain bangkit dengan tagar #JeSuisAhmed (Aku Ahmed). Tagar  ini dibuat untuk mengenang Ahmed Merabet, sekaligus menepis upaya stigmatisasi terhadap Muslim. Tagar itu mengingatkan publik dunia bahwa aksi teror tak pandang bulu dan tak berkaitan dengan sentimen agama, sehingga korban bisa dari semua kalangan.

Adalah Julien Casters, penerbit majalah yang tinggal di Maroko, yang mula-mula memikirkan pengorbanan Ahmed Merabet.Casters ingin publik Perancis sadar bahwa umat Muslim Perancis juga menjadi korban serangan tersebut. Menurut BBC, Casters adalah orang pertama yang mencuit dengan tagar #JeSuisAhmed.

(MK/IslamIndonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *