Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 07 May 2020

Harga Sebuah Nyawa Manusia dalam Islam


Pemuda Indonesia, Ari, kini menjadi buah bibir selepas stasiun televisi Korea Selatan MBC mengangkat kabarnya di negeri rantau. Nasib tragis akan taruna itu menambah daftar kelam kemanusiaan abad ini.

Setahun sudah Ari berlayar bersama kapal pemburu tuna dan hiu milik warga Cina. Di laut lepas, ia bekerja sebagai anak buah kapal bersama setidaknya tiga orang Indonesia lainnya.

Selama bekerja di atas kapal, nasibnya begitu nelangsa. Dalam seharmal, ia harus bekerja 18 jam.

Sisanya, selama enam jam, ia manfaatkan untuk melepas lelah dengan duduk di salah satu sudut kapal, makan dan tidur sekadarnya sebelum kembali bekerja. Menurut temuan investigasi MBC, lima dari pekerja kapal hanya menerima gaji sekitar 1,7 juta rupiah selama 13 bulan atau sekitar 140 ribu setiap bulan.

Soal minum pun, Ari dan kawan-kawanya dari Indonesia diperlakukan diskriminatif. Ari dan rekannya dari Indonesia tak boleh meminum air mineral seperti pekerja lainnya. Mereka hanya dapat meminum air laut yang diambil dari dalam alat penyaring.

Hingga kemudian kaki Ari keram dan bengkak. Sakit itu kemudian mejalar ke seluruh badannya hingga membuatnya sesak nafas dan menghembuskan nafasnya yang terkahir.

Meski demikian, nasib pilu yang menimpa Ari belum berakhir. Dalam rekaman yang disiarkan MBC, tubuh Ari yang terbujur di balik pembungkus jingga digotong oleh enam orang ke pintu pagar geladak kapal. Sesampainya di mulut pintu, isi pembungkus diluncurkan begitu saja ke arah laut yang berombak. Tubuh pemuda 24 tahun itu pun jatuh meninggalkan pembungkusnya kemudian hilang ditelan lautan.

Nasib yang sama juga dialami oleh dua rekan Ari: Alpaka dan Sepri. Satu ABK lainnya berhasil melarikan diri ketika kapal berlabuh di Busan, Korea Selatan, dan melpor ke pemerintah setempat. Sayangnya, pelapor ini kemudian jatuh sakit sebelum akhirnya pergi menyusul Ari.

Sejak disiarkan MBC di Youtube pada Selasa, 5 Mei 2020, berita ini telah ditonton empat juta kali selama dua hari. Ribuan orang dari berbagai negara, termasuk Indonesia, melampiaskan kesedihan dan amarahnya di kolom komentar.

***

Kabar ini memang menyinggung kemanusiaan yang dimuliakan fitrah setiap orang, apapun bangsa, suku dan agamanya. Tiap-tiap agama, termasuk Islam, mengajarkan umatnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Islam itu agama yang berorientasi pada kemanusiaan,” kata pendakwah muda Habib Husein Ja’far Al Hadar dalam akun Youtubenya.

Islam mengajarkan bagaimana menjalin hubungan dengan Sang Pencipta yang dengan itu seorang hamba memuliakan sesama manusia. Bukan hanya memuliakan manusia seagama, tapi umat manusia keseluruhan.

“Dalam Alquran dikatakan, siapa yang membunuh satu orang maka ia disetarakan dengan membunuh seluruh nyawa yang ada di semesta. Dan siapa yang memberikan penghidupan kepada satu orang, kata Allah dalam Alquran, setera dengan menghidupi seluruh umat manusia. Begitu besarnya penghargaan Allah kepada manusia,” kata Habib Ja’far.[]

YS/IslamIndonesia/Foto: Youtube MBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *