Satu Islam Untuk Semua

Thursday, 12 June 2014

Hadapi Iklan Anti-Islam, Muslim AS Tunjukkan Pesan Cinta


www.sbs.com.au

Kampanye anti-Islam dianggap sebagai kesempatan bagi orang untuk belajar tentang komitmen Islam terhadap kebebasan beragama, keragaman dan hidup berdampingan secara damai yang didorong oleh ajaran Al Qur’an.

Untuk merespon hadirnya kampanye kebencian yang diiklankan bus di Washington Amerika Serikat baru-baru ini, kelompok dari berbagai agama melakukan aksi unjuk rasa yang digelar di Washington dan Maryland guna menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya.

“Kampanye iklan ini adalah kesempatan bagi orang untuk belajar tentang komitmen Islam terhadap kebebasan beragama, keragaman dan hidup berdampingan secara damai yang didorong oleh ajaran Al Qur’an,” kata Direktur Eksekutif Nasional Council on American-Islamic Relations (CAIR) Nihad Awad dalam sebuah pernyataan yang dilansir OnIslam.net, pada Kamis (12/06).

Dalam pernyataannya, kelompok advokasi Muslim terkemuka, CAIR, mengumumkan kampanye kontra ini sengaja dilakukan untuk memerangi iklan anti-Islam terbaru yang beredar di berbagai bus di Washington DC.

Rincian kampanye kesadaran tersebut diumumkan pada konferensi pers yang diadakan di kantor pusat perusahaan Capitol Hill di Washington kemarin.

Mei lalu, sebuah kampanye iklan beredar di Washington DC dengan pesan anti-Muslim yang menghubungkan Islam dengan Nazisme, memicu kemarahan Muslim AS.

Diluncurkan oleh American Freedom Defense Initiative (AFDI), dipelopori oleh Pamela Geller, iklan kontroversial tersebut menggambarkan pertemuan Adolf Hitler dengan mufti besar Palestina dari Yerusalem Haji Amin al-Husseini.

Menanggapi iklan Geller yang tidak ramah itu, alih-alih marah, CAIR dan umat Muslim khususnya, justru membalasnya dengan berusaha menunjukkan Islam yang saling pengertian.

CAIR juga telah meresponnya dengan menawarkan Qur’an bebas untuk siapa saja yang ingin memverifikasi ketidaktelitian pesan ADFI itu.

Meski demikian, iklan kebencian tersebut telah memicu kecaman luas dari para pemimpin lintas agama di AS.

Senin lalu, puluhan orang menghadiri konferensi pers dan pertemuan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Montgomery County Faith Community.

Diadakan di stasiun Metro Rockville, pertemuan itu dihadiri oleh berbagai agama, seperti Maryland Baha’i, Budha, Hindu, Muslim, Yahudi, Protestan, Katolik Roma, Sikh, dan perwakilan dari Unitarian Universalis dan komunitas Zoroaster.

“Kebebasan tidak bebas,” ujar James Stow, direktur Kantor Urusan Hak Asasi Manusia di kabupaten itu, yang mendukung protes pada Senin, kepada Gazzette.net.

“Ini kasus berat,” tambah Stow.

Meningkatkan kesadaran

Para pemimpin komunitas Muslim yang berpartisipasi dalam pertemuan itu mengatakan bahwa mereka “khawatir dengan pesan kefanatikan dan kebencian”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang iman mereka.

“Saya datang hari ini untuk membantu memberikan kesadaran kepada masyarakat, dan membawa persatuan,” kata Imam Faizul Khan, seorang administrator Masyarakat Islam Daerah Washington dan ketua Dewan Penasehat Iman Community.

“Saya percaya langkah terbaik selanjutnya adalah menebarkan pesan cinta di Montgomery County.”

Pertemuan terbuka itu dipuji oleh pemimpin agama yang dianggap sebagai “langkah maju”.

“Iklan ini mencoba untuk menunjukkan Qur’an yang menyebut kebencian terhadap Yudaisme,” kata Ira Weiss, yang mewakili Forum Dialog Yahudi-Islam, yang bekerja untuk menyatukan Muslim dan Yahudi.

“Sangat mudah bagi siapa pun berbuat jahat dan menafsirkan Kitab Suci secara tekstual. Namun, Kitab itu ditulis ribuan tahun yang lalu,” kata Weiss dalam konferensi pers di Rockville.

“Kata-kata ini digunakan dalam iklan seperti setan menggunakan Alkitab terhadap agamanya.” [LS]

 

Sumber: OnIslam/Gazette.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *