Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 22 May 2019

Habib Umar: Perintah dari Wali Allah Macam Apa yang Membangkitkan Kalian untuk Terseret pada Gerakan Pemberontakan?


islamindonesia.id – Habib Umar: Perintah dari Wali Allah Macam Apa yang Membangkitkan Kalian untuk Terseret pada Gerakan Pemberontakan?

Habib Umar bin Hafidz, ulama kharismatik asal Hadhramaut, Yaman, yang memiliki kedekatan dengan ulama-ulama Indonesia pada khususnya, dan Muslim di Indonesia secara lebih luas, secara khusus memberikan pesan-pesannya terhadap situasi kekinian yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

Dilansir dari channel YouTube Santri Gayeng pada Senin (20/5), berikut ini adalah transkrip lengkap ceramah Habib Umar untuk bangsa Indonesia:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami mengimbau (secara khusus) kepada masyarakat Indonesia yang kami cintai, untuk meningkatkan takwa kepada Allah setiap saat. Janganlah terburu-buru (dalam menilai) perkara yang tampak (lahiriah), agar kalian tidak terjerumus dalam kehancuran seperti yang telah dialami oleh bangsa-bangsa selain kalian.

Cukuplah dari apa yang terjadi dan dari pergerakan-pergerakan pada masa kini di bumi Arab, yaitu gerakan pemberontak yang mengatasnamakan agama, menolong agama Allah, (dan) melawan orang kafir dan musuh Allah.

Namun mereka tidak mendapatkan apa-apa selain yang muncul dari nafsu angkara, dan membawa umat Islam pada kehancuran, dan merusak persatuan dan kesatuan umat Islam. Sedikit atau banyak, berakibat pada hancurnya tradisi umat Muslim, robohnya kesejahteraan dan sendi kekuatan mereka. Pertumpahan darah terjadi, kehormatan rusak, harta benda sirna, malapetaka di mana-mana, seperti fakta yang telah kita lihat semua.

Apakah kalian mau petaka itu berpindah ke kalian? Ke negara kalian? Petaka di negara-negara itu menimpa kalian semua? Siapa terbersit untuk melakukan itu? Siapa guru yang memerintahkan mereka? Cara pandang orang bijak macam apa, ketika membuat seperti ini atas nama Allah?

Perintah dari wali Allah macam apa yang membangkitkan kalian untuk terseret pada pergerakan-pergerakan semacam tadi? Pemikiran semacam itu akan membawa kita kepada keadaan di mana sunatullahnya adalah membuat kita dalam bahaya dan malapetaka.

Ketahuilah bawah baginda Muhammad SAW tidak menunaikan jihad (perang) kecuali telah datang izin dari Allah. Bahkan ketika sudah mendapatkan izinpun beliau selalu berusaha mendamaikan sesama manusia, hingga mengadakan perdamaian dengan orang musyrik yang dulu telah memerangi kaum Muslimin.

Bahkan baginda Nabi juga mengadakan perjanjian-perjanjian damai dengan kelompok-kelompok kafir. Hingga dalam peperanganpun baginda Nabi selalu berusaha meminimalisir adanya korban jiwa (dan pertumpahan darah).

Setelah perangpun baginda Nabi berusaha mengubah kondisi (agar) lekas tenang, damai, aman, dan tenteram. Bukannya setelah perang lantas menyebarluaskan fitnah, keburukan, dan kemudaratan yang baru. Maka bertakwalah kalian warga Indonesia kepada Allah.

Wahai saudaraku di Indonesia, ketahuilah strategi musuh-musuh Allah yang telah memporakporandakan negara Islam. Mereka berharap kehancuran setiap negara yang memiliki pondasi ilmu yang kuat, kebaikan, perdamaian, perkembangan, dan tradisi-tradisi yang terjaga.

Kehancuran ini dimulai dari silang pendapat yang mengatasnamakan memerangi kemusyrikan, kakafiran, dan kezaliman. Sehingga keadaan yang sebelumnya adalah tradisi yang baik, berubah menjadi perpecahan. Kemudian (tinggal) menunggu runtuhnya kekuatan umat.

Hendaknya para ulama dan santri-santri yang menisbatkan dirinya pada agama, menjauhkan diri (dan umatnya) dari pemahaman-pemahaman yang berdampak pada keburukan hati, jiwa, dan pribadi mereka. Jika tidak, kejadian-kejadian pahit akan berulang kembali ke mereka tanpa ada kejelasan dan kewaspadaan.

Seperti orang fanatik yang berjalan di bawah payung sektarian, sebagaimana dijelaskan Nabi: “Mereka ini tidak mengerti tindakan mereka akan berujung pada apa, di mana harus berhenti, dan seperti apa akibat tindakannya. Tidak hanya mereka, semua orang pun menerima dampaknya.”

Nyata sekali gambaran yang terpampang di hadapan kalian, bahwa sesuatu telah terjadi di Suriah, di Libya, di Irak, dan yang dialami di sebagian bumi Yaman, serta negara yang lain.

Inilah hasil dari pergerakan yang mengatasnamakan Islam akhir-akhir ini. Lihatlah Somalia dalam rentang dua puluh tahun ini; tidak ada yang bertambah kecuali permasalahan dan problem baru, di atas tumpukan permasalahan yang lain.

Maka takutlah kepada Allah di dalam (menjalankan) amanat yang kalian emban. Dalam setiap kewajiban kepada Tuhan kalian. Kewajiban kepada NKRI, bangsa, dan negeri kalian sendiri.

Jangan sampai disusupi anasir-anasir buruk (sebagian mereka adalah orang kafir) yang bertujuan menghancurkan Islam, kemajuannya, mendorong kalian untuk saling menumpahkan darah, dan menghentikan laju pertumbuhan negara kalian.

Maka bersabarlah, pererat silaturahmi (dan hubungan baik). Hindari seluruh kesempatan untuk menjadi musuh Allah. Semoga Allah melindungi kita semua dari musuh-musuhNya, kezaliman mereka, dan mengumpulkan kita semua bersama orang-orang yang dicintai Allah SWT. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

PH/IslamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *