Satu Islam Untuk Semua

Sunday, 19 November 2017

Di Keraton, Haedar Nashir Jelaskan ‘Muhammadiyah Muallaf Kebudayaan’


muhammadiyah

islamIndonesia.id – Di Keraton, Haedar Nashir Jelaskan ‘Muhammadiyah Muallaf Kebudayaan’

 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan ungkapan ‘Muhammadiyah Muallaf Kebudayaan’ yang muncul dalam peringatan Milad Muhammadiyah ke-105 di Pagelaran Keraton Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pakem budaya di Keraton misalnya, kata Haedar, kita belum tahu dan tidak tahu secara detail. “Poinnya apa, kalau kita sebut ‘muallaf kebudayaan’ (karena) tidak paham detail (pakem) itu,” kata intelektual kelahiran Bandung ini seusai acara milad di Pagelaran Keraton, Yogyakarta, 17 November, seperti dilaporkan detik.com

Hedar bilang, setelah dirinya mempelajari setiap pakem budaya yang ada di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, ternyata selalu dijumpai makna di balik pakem. Makna budaya ini sering tidak dimengerti masyarakat.

Pria 59 tahun ini mencontohkan sisi harmoni bangunan keraton yang menggambarkan arsitektur dulu bukan hanya sekedar pekerjaan profesi. “Tetapi ada suasana kebatinan yang menyatu dengan keselarasan alam, kemudian keselarasan yang di atas (Tuhan) dan sebagainya,” katanya.

Namun, menurut Haedar, nilai-nilai di setiap pakem pada era global seperti sekarang ini begitu mudah tergerus. Di Eropa, nilai transenden dan kosmologis dalam masyarakatnya mulai hilang.

Masyarakat Eropa, lanjut Haedar, mulai menjadi masyarakat yang fungsional seperti robot. “Maka kalau terjadi sedikit gesekan, ya hitam putih, lalu yang penting main terabas. Hal ini karena ‘rasa’-nya tidak hidup,” katanya.  “Nah, kami ingin merekat kebudayaan dalam konteks itu.”

 

 

Ys/ islamIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *