Satu Islam Untuk Semua

Wednesday, 20 May 2015

Di Jakarta, Bos Besar Bank Dunia Beberkan Ironi Baru


IMG_1080.JPG

Bank Dunia menyiapkan utang US$ 12 miliar untuk membandari proyek ambisius pembangunan infrastruktur di seantero Indonesia hingga 2019, kata pimpinan lembaga, kurang sebulan setelah Presiden Joko Widodo mengecilkan kemampuan lembaga dan donor raksasa lainnya, termasuk IMF dan Bank Pembangunan Asia, dalam menyelesaikan “persoalan ekonomi dunia”. 

“Kami berencana menghadirkan komitmen pinjaman terbesar dunia ke Indonesia,” kata bos Bank Dunia, Jim Yong Kim, dalam sebuah pernyataan lepas bersua Presiden Joko di Istana hari ini.
Komitmen pinjaman itu melonjak 25% dari pinjaman empat tahun sebelumnya, katanya. 
Menurut Jim, seperti dilansir Reuters, sekitar US$ 8 miliar dari pinjaman itu untuk mengongkosi proyek pemerintah di bidang “rekonstruksi” dan “pembangunan infrastruktur”.
Dalam anggaran negara, pemerintah menganggarkan Rp 290 triliun untuk mengongkosi pembangunan dan perbaikan masif jalan, jembatan dan pelabuhan di seluruh negeri, naik 50% dari anggaran setahun sebelumnya. 
Sebagian dari anggaran itu bersumber dari utang, kata pejabat.
“Selama anggaran negara masih tekor, kami perlu berutang. Dan untuk itu, kami mencari pinjaman yang bunga dan prasyaratnya paling ringan,” kata Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, seperti dilansir Reuters.
Selain berutang ke Bank Dunia, untuk membiayai semua proyek raksasa itu, pemerintah juga mengambil kredit pinjaman dari pemerintah China, Bank Pembangunan Asia dan sejumlah donor lainnya.
Sejauh ini, proyek pembenahan infrastruktur masih jalan di tempat akibat kisruh di birokrasi dan revisi anggaran berkali-kali. Per April 2015, pemerintah baru membelanjakan kurang dua persen dari total anggaran proyek infrastruktur.
Pada 22 April, dalam sebuah pidato ‘revolusioner’ dalam pembukaan peringatan Kongres Asia Afrika ke-60 di Jakarta, Presiden Joko meremehkan kemampuan Bank Dunia menyelesaikan ketimbangan dan ketidakadilan ekonomi global. “Pandangan yang mengatakan bahwa persoalam ekonomi dunia hanya bisa diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF dan ADB adalah pandangan usang yang perlu dibuang,” kata presiden di hadapan 21 orang pimpinan negara dari kawasan Asia dan Afrika.
RR/Islam Indonesia/Reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *